Pilpres 2019

Jusuf Kalla: Sosok Cawapres Harus Seperti Habibie dan Megawati

Fikih Riyan, iNews ยท Selasa, 27 Februari 2018 - 07:20 WIB
Jusuf Kalla: Sosok Cawapres Harus Seperti Habibie dan Megawati

Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto: Sindonews/ Dok)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan sosok calon wakil presiden (cawapres) harus mampu bekerja sebagai kepala pemerintahan. Karenanya, seorang cawapres harus memiliki pengalaman matang di pemerintahan sehingga nantinya dapat menjadi penerus untuk menjadi presiden.

JK tidak mendikotomikan kelompok sipil atau militer, nasionalis atau religius, profesional atau birokrat. Menurut JK, bisa dari mana saja termasuk dari partai politik (parpol). Yang penting, kata dia, seorang cawapres harus mampu bekerja sebagai kepala pemerintahan.

"(Sosok cawapres) Harus bisa menjadi presiden. Dari tujuh presiden kita, dua dari wakil presiden, Ibu Mega (Megawati Soekarnoputri) dengan Pak Habibie (BJ Habibie). Artinya, tokoh itu harus matang karena kalau tidak berpengalaman seperti Pak Habibie dan Ibu Mega, kalau tidak siap bagaimana?" kata mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar ini usai membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Institut Lembang Sembilan di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin (26/2/2018).

Hal itu disampaikan JK saat ditanya awak media mengenai sosok cawapres yang tepat untuk mendampingi Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Ditanya mengenai isu yang menyebutkan dirinya kembali diminta untuk mendampingi Jokowi, JK enggan berkomentar. Dia hanya memastikan akan mendukung penuh pencalonan kembali Jokowi sebagai Presiden 2019-2024.

"Ya tentu tidak memberikan komentar dan saya berterima kasih. Sekali lagi atas usulan-usulan itu, tapi kembali kepada konstitusi," kata pengusaha asal Watampone, Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini.

Dia menyebutkan, cukup dua kriteria sosok cawapres yang tepat untuk mendampingi Jokowi. Yang pertama, yaitu memiliki pengalaman di pemerintahan sehingga ke depannya mampu bekerja sebagai kepala pemerintahan. Kedua, ia menyebutkan sosok tersebut harus mampu membantu peningkatan elektabilitas Jokowi.

"Kriteria pokok, ada dua hal. Pertama, bisa menambah elektabilitas. Tidak hanya mengikuti elektabilitas Pak Jokowi, (tapi) harus menambah. Harus menambah konstituen. Jadi harus dikenal, harus baik, harus ada, pemilihnya, dan ada kelompoknya," kata Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini.

Disamping itu, sosok cawapres harus punya pengalaman pemerintahan. "Kalau tidak punya pengalaman di pemerintahan juga sulit nanti mengatur pemerintah," katanya.

 


Editor : Azhar Azis