Kapal Ikan Malaysia Ditangkap KKP, Tak Satu pun Mengaku Nakhoda

Aditya Pratama ยท Minggu, 23 Juni 2019 - 20:50 WIB
Kapal Ikan Malaysia Ditangkap KKP, Tak Satu pun Mengaku Nakhoda

Kapal Pengawas Orca 02 milik KKP menangkap kapal ikan ilegal berbendera Malaysia di perairan Selat Malak, Jumat (21/6/2019). (Foto: KKP).

JAKARTA, iNews.id, - Kapal Pengawas (KP) Orca 02 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali menangkap kapal asing ilegal di perairan Indonesia. Kali ini KM PKFB 1802 berbendera Malaysia ditangkap di wilayah perairan Selat Malaka, Jumat (21/6/2019).

Kapal yang ditangkap di wilayah yang belum disepakati batas-batasnya oleh Indonesia dan Malaysia tersebut, selanjutnya dikawal menuju Pangkalan PSDKP Batam Kepulauan Riau.

Dalam proses penangkapan tersebut, KP Orca 02 melakukan proses penghentian dan pemeriksaan kapal yang meliputi pemeriksaan dokumen kapal, muatan, termasuk jumlah dan identitas awak kapalnya.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan kapal dengan nama KM PKFB 1802 asal Malaysia dan diawaki oleh 5 orang berkewarganegaraan Myanmar. Namun saat pemeriksaan, tak satu pun awak kapal yang mengaku sebagai nakhoda kapal," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Agus Suherman, Minggu (23/6/2019).

BACA JUGA: Kapal Orca 02 Kembali Tangkap Kapal Ikan Ilegal Malaysia

Dia menuturkan, tidak adanya awak yang mengaku sebagai nakhoda itu dimungkinkan mereka menyadari apabila diketahui sebagai juru kemudi kapal, akan ditetapkan sebagai tersangka dan harus menjalani proses hukum di Indonesia.

Agus menuturkan, sebagaimana peraturan perundang-undangan di bidang perikanan, maka dalam proses hukum kapal-kapal pelaku illegal fishing yang ditetapkan tersangka yakni nakhoda dan/atau Kepala Kamar Mesin (KKM). Sedangkan yang lainnya tidak ditetapkan sebagai tersangka (non-justisia) dan akan dipulangkan ke negara asalnya.

Menyiasati hal tersebut, KP Orca 02 melakukan penggeledahan seluruh ruang kapal dan menemukan beberapa dokumen, properti, dan foto yang identik dengan salah satu awak kapal, serta menguatkan bahwa awak kapal tersebut merupakan nakhoda KM PKFB 1802.

“Satu orang dari lima awak kapal berkewarganegaraan Myanmar diduga sebagai nakhoda dan akan dilakukan pendalaman oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan di Pangkalan PSDKP Batam, dan dimungkinkan akan ditetapkan sebagai tersangka,” tutur Agus.


Editor : Zen Teguh