Kapolri Instruksikan Polda Metro dan Intelijen Larang Demonstrasi di Sekitar MK

Irfan Ma'ruf ยท Selasa, 25 Juni 2019 - 11:09 WIB
Kapolri Instruksikan Polda Metro dan Intelijen Larang Demonstrasi di Sekitar MK

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memberikan arahan kepada jajaran Polda Metro Jaya serta Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri. Arahan tersebut agar tidak memberikan izin terhadap demonstran di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi (MK).

Larangan tersebut untuk mencegah terulangnya demonstrasi yang berujung kerusuhan pada 21-22 Mei 2019. Arahan ini mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 9 Tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum.

"Saya juga sudah menegaskan pada Kapolda Metro Jaya dan Kepala Badan Intelijen Kepolisian tidak memberikan izin melaksanakan demo di depan MK," ujar Tito di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Dia mengingatkan, ada lima larangan penyampaian pendapat di muka umum mengacu Pasal 6. Di antaranya tidak boleh mengganggu ketertiban umum dan tidak boleh mengganggu hak asasi orang lain serta harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

BACA JUGA:

Wakil Ketua dan Sekretaris GNPF Resmi Tersangka Kasus Dugaan Makar

MER-C Akan Laporkan Peristiwa 22 Mei ke Mahkamah Internasional

Selain itu dia mengapresiasi kepada Capres Prabowo Subianto yang mengimbau kepada pendukungnya agar tidak berdemonstrasi di sekitar MK saat persidangan perkara sengketa hasil Pilpres 2019.

"Kita sebetulnya sudah mendengar dari paslon 02 mengimbau tidak perlu hadir ke MK," ucapnya.

Saat ini Polri dan TNI terus berkoordinasi untuk pengamanan saat pembacaan keputusan perkara sengketa hasil pilpres di MK. Sebanyak 45 ribu personel TNI dan Polri diterjunkan untuk pengamanan tersebut.

Menurutnya, saat pembacaan keputusan, sejumlah ruas jalan di sekitar MK akan ditutup. Dia mengingatkan, akan menindak tegas demonstran yang mengganggu ketertiban umum.

"Tapi saya sudah menekankan petugas tidak boleh menggunakan peluru tajam. Kita akan menggunakan teknis tertentu mulai peringatan. Kalau peserta unjuk rasa baik-baik saja pasti kita akan baik baik," katanya.


Editor : Kurnia Illahi