Kapolri Mengaku Canggung Tangani Kasus yang Menjerat Purnawirawan TNI

Wildan Catra Mulia ยท Kamis, 13 Juni 2019 - 22:57 WIB
Kapolri Mengaku Canggung Tangani Kasus yang Menjerat Purnawirawan TNI

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyampaikan pernyataan seusai apel siaga di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Kamis (13/6/2019). (Foto: iNews.id/ Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengaku merasakan ketidaknyamanan Polri menangani kasus yang menjerat beberapa purnawirawan TNI, belakangan ini. Akan tetapi, atas dasar kesamaan di muka hukum, Polri menurut dia akan tetap profesional memproses kasus tersebut.

“Penanganan kasus purnawirawan TNI tentu secara pribadi dan institusi ini, jujur menimbulkan ketidaknyamanan bagi Polri sendiri, tidak nyaman. Tapi, ya hukum harus berkata demikian, ada asas persamaan di muka hukum. Semua orang sama di muka hukum,” ungkap Tito di Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Saat ini, Polri tengah menangani kasus dua mantan purnawirawan TNI, yakni Mayjen TNI (Purn) Soenarko dan Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen. Soenarko ditangkap atas tuduhan kepemilikan senajata api, sedangkan Kivlan ditangkap karena tuduhan makar dan kempemilikan senjata api.

BACA JUGA: Purnawirawan Ditangkapi Polisi, Begini Respons Panglima TNI

Tito menjelaskan, Polri juga sempat beberapa kali menangani kasus yang melibatkan purnawirawan TNI. Karena itu, Polri harus tetap memproses kasus tersebut agar menunjukan kesamaan di muka hukum. “Itu ada saksi-saksinya, nanti akan terungkap di pengadilan. Sehingga, meskipun tidak nyaman tapi kami hormati prinsip hukum itu, kesamaan di muka hukum,” katanya.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto turut angkat bicara ihwal penangkapan purnawirawan jenderal TNI oleh Polri. Hadi mengatakan, purnawirawan sudah memiliki wadah tersendiri dan berada di luar institusi TNI.

“Untuk purnawirawan sudah ada wadah sendiri, karena purnawirawan secara hukum sudah masuk di ranah sipil. Namun untuk kesatuan sendiri para purnawirawan itu masih dalam pembinaan dari seluruh kepala staf angkatan,” ucap Hadi.


Editor : Ahmad Islamy Jamil