Sidang Sengketa Pilpres 2019

Kapolri Tegaskan Tak Ada Peluru Tajam saat Pengamanan Putusan MK

Irfan Ma'ruf ยท Selasa, 25 Juni 2019 - 12:40 WIB
Kapolri Tegaskan Tak Ada Peluru Tajam saat Pengamanan Putusan MK

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian . (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

JAKARTA, iNews.id - Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan anggotanya dalam mengamankan pembacaan putusan sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019, tidak menggunakan senjata api. Dia memastikan jika terjadi sesuatu yang diakibatkan karena peluru tajam bukan berasal dari Polri maupun TNI.

Tito juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Mengingat hal tersebut dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

BACA JUGA:

Jelang Pembacaan Putusan PHPU Pilpres 2019, MK Kembali Gelar RPH

Lalu Lintas di Depan Gedung MK Masih Normal, Belum Ada Penutupan Jalan

Pengamat Nilai Gugatan Prabowo-Sandi Sulit Dikabulkan MK

Dia juga telah menginstruksikan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono untuk tidak memberikan izin adanya unjuk rasa di depan MK. Namun, jika tetap ada yang melakukan aksi unjuk rasa dan membuat keributan akan ditintak secara tegas dan terukur.

"Kalau tetap melaksanakan unjuk rasa dan mengganggu kepentingan publik kita akan bubarkan. Tapi saya sudah menegaskan kepada anggota saya tidak boleh membawa peluru tajam, itu protapnya," kata Tito di Mabes Polri, Selasa (25/6/2019).

Dia mengatakan, dalam mengatasi para peserta unjuk rasa yang akan melakukan kerusuhan pihaknya akan mengunakan teknis-teknis tertentu, mulai dari peringatan sampai penindakan. Bagi masyarakat yang melakukan unjuk rasa tanpa mengganggu ketertiban umum Polri dipastikan tidak akan mengambil tindakan.

"Kalau ada yang melakukan kerusuhan pasti kita lakulan tindakan tegas tapi tindakan tegasnya terukur, maka saya perintahlan jangan bawa peluru tajam," ujarnya.

Jika nantinya terjadi sesuatu yang diakibatkan senjata api, mantan kepala Badan Nasional Penanggulan Teroris (BNPT) ini menambahkan, hal tersebut bukan berasal dari anggota polri mapun TNI yamg melakukan pengamanan.

"Jadi nanti kalau ada peluru tajam bukan dari Polri dan TNI karena tegas saya dengan Pak Panglima itu sudah menyampaikan kepada para komandan, maksimal yang kita gunakan adalah pluru karet itu pun teknisnya ada dan kita akan berikan warning sebelumnya," tutur Tito.

Tito juga mengingatkan kepada peserta unjuk rasa agar dalam melakukan aksinya tetap mengikuti aturan-aturan yang berlaku. Tidak mengganggu ketertiban publik, menjaga etika dan moral dengan tidak menghujat serta tidak menyampaikan ujaran palsu atau hoaks.

"Itu semua ada aturannya, hukumnya. Kita akan tindak kalau dilanggar, saya minta jangan buat kerusuhan termasuk pihak ketiga mungkin karena apa selain kita melakukan tindakan hukum yang berlaku," kata Tito.


Editor : Djibril Muhammad