Kasus Korupsi Backbone Coastal, Eks Pejabat Bakamla Didakwa Rugikan Negara Rp63,8 Miliar

Ariedwi Satrio ยท Kamis, 22 April 2021 - 16:53:00 WIB
Kasus Korupsi Backbone Coastal, Eks Pejabat Bakamla Didakwa Rugikan Negara Rp63,8 Miliar
Mantan Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bakamla, Leni Marlena didakwa merugikan keuangan negara hingga Rp63,8 miliar. (Foto: MNC Portal Indonesia/Ariedwi Satrio)

JAKARTA, iNews.id - Mantan Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Badan Keamanan Laut (Bakamla) Leni Marlena dan anggotanya, Juli Amar Ma'ruf didakwa merugikan keuangan negara Rp63,8 miliar berkaitan dengan proyek pengadaan Backbone Coastal Surveillance System. Mereka didakwa memanfaatkan pengadaan itu untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain.

Leni Marlena dan Juli Amar Ma'ruf didakwa merugikan negara bersama-sama dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bakamla, Bambang Udoyo serta Direktur Utama PT CMI Tekhnologi, Rahardjo Pratjihno. Rahardjo Pratjihno telah divonis bersalah dan dijatuhi pidana atas kasus ini.

"Terdakwa sebagai orang yang telah melakukan atau turut serta melakukan bersama-sama," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kresno Anto Wibowo saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (22/4/2021).

Jaksa menyebut Leni Marlena dan Juli Amar Ma'ruf telah memperkaya diri sendiri dan orang lain yang di antaranya Rahardjo Pratjihno sebesar Rp60 miliar, dan Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi sejumlah Rp3,5 miliar. Hal itu dapat menyebabkan kerugian keuangan negara Rp63,8 miliar.

"Memperkaya Rahardjo Pratjihno selaku pemilik PT CMI Teknologi sebesar Rp60.329.008.006 dan memperkaya Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi sebesar Rp3.500.000.000 yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara yaitu merugikan keuangan negara sebesar Rp63.829.008.006," ucap Jaksa.

Editor : Rizal Bomantama

Halaman : 1 2