Kasus Suap di Lapas Sukamiskin, KPK Periksa Kepala Rutan Kelas 1 Makassar

Rizki Maulana ยท Kamis, 11 Juni 2020 - 12:58 WIB
Kasus Suap di Lapas Sukamiskin, KPK Periksa Kepala Rutan Kelas 1 Makassar

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/2/2020). (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Penyidikan kasus dugaan suap penyalahgunaan fasilitas, pemberian izin luar biasa, dan pemberian lainnya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung terus dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK pada hari ini, Kamis (11/6/2020) memanggil Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Makassar, Sulawesi Selatan, Sulistyadi.

Hal itu dikonfirmasi Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri. Dia mengatakan Sulistyadi akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama (Dirut) PT Gloria Karsa Abadi Radian Azhar (RAZ).

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RAZ," kata Ali di Jakarta, Kamis (11/6/2020).

Kemarin Rabu (10/6/2020), dalam pengembangan perkara ini, KPK juga memeriksa eks Kalapas Sukamiskin Wahid Husein. Dia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

Ali menjelaskan, terhadap Wahid Husein, penyidik kembali mengonfirmasi tentang penerimaan barang yang diterimanya selama menjabat sebagai kalapas. Diduga ada pemberian barang dari Radian Azhar maupun warga binaan lain kepada Wahid Husein.

"Mantan Kalapas Sukamiskin WH diperiksa sebagai tersangka. Penyidik mengonfirmasi kembali mengenai dugaan penerimaan barang dari tersangka RAZ dan warga binaan lain yang ada di Lapas Sukamiskin," ucapnya.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Radian Azhar sebagai tersangka pemberi suap dalam kasus ini. KPK menduga Radian Azhar menyuap mantan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husein dengan memberikan mobil Mitsubishi Pajero Sport warna hitam atas nama Muahir.

Selain itu KPK juga mentapkan Kalapas Sukamiskin periode 2016- 2018 Dedy Handoko (DHA) sebagai tersangka penerima suap berupa mobil merek Toyota Kijang Innova Reborn Luxury 2.0 G A.T warna putih 2016. Mobil itu diduga berasal dari TCW, seorang narapidana di Lapas Sukamiskin.

Pemberian itu diduga terkait dengan kemudahan izin keluar lapas yang diberikan tersangka DHA kepada TCW baik berupa izin luar biasa (ILB) maupun izin berobat. Total izin yang diberikan dalam rentang waktu 2016- 2018 sebanyak 36 kali.

Editor : Rizal Bomantama