Kasus Suap Jabatan, Mertua Mengaku Sarankan Haris Beri Menag Lukman 'Oleh-Oleh'

Antara ยท Rabu, 12 Juni 2019 - 23:40 WIB
Kasus Suap Jabatan, Mertua Mengaku Sarankan Haris Beri Menag Lukman 'Oleh-Oleh'

Terdakwa kasus suap jual beli jabatan di Kementerian Agama, Haris Hasanuddin (kanan), menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (29/5/2019). (Foto: ANTARA)

JAKARTA, iNews.id – Mantan PNS Kementerian Agama (Kemenag), Roziqi, mengaku sempat menyarankan kepada terdakwa kasus suap jual beli jabtan di Kemenag, Haris Hasanudin, untuk memberikan “oleh-oleh” kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Roziqi yang pernah menjabat Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jawa Timur periode 2003-2009 adalah mertua dari Haris.

“Saya bilang coba diopeni (diberi atensi), disanguni, maksudnya itu oleh-oleh. Kalau menteri zaman dulu disanguni oleh-oleh itu ciri khas Jatim (Jawa Timur). Saya enggak bilang sanguni duit, tapi itu sudah budaya,” kata Roziqi saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Roziqi menjadi saksi untuk dua terdakwa. Terdakwa pertama yaitu Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanudin, yang didakwa menyuap mantan Ketua Umum PPP, Romahurmizy alias Romy dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin senilai Rp325 juta. Sementara, terdakwa kedua adalah Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muafaq Wirahadi, yang didakwa menyuap Romy Rp91,4 juta.

“Jadi, waktu itu dia (Haris) komunikasi ke saya, saya katakan ‘mbok sangoni ta’, maksudnya saat saya komunikasi dengan dia karena dia satu mobil dengan menteri (Lukman), karena saat itu dia sudah lolos posisi ketiga dari pansel. Terus saya tanya, kenapa belum dilantik (jadi Kakanwil Kemenag Jatim),” ucap Roziqi.

Dalam rekaman percakapan antara Roziqi dan Haris yang diputar jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK), Haris mengaku bahwa Menag Lukman Hakim Saifuddin akan pasang badan demi melantik Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jatim. “Kalau dulu zaman saya begitu ciri khas Jatim, namanya di Jatim ada kerupuk, batik madura, itu zaman dahulu kan sekarang ada aturannya,” kata Roziqi menambahkan.

BACA JUGA: Cabut Pembantaran, KPK Perpanjang Masa Penahanan Romy

Dalam rekaman selanjutnya, Roziqi juga diketahui berpesan kepada Haris agar “hati-hati lho gowo duit” (hati-hati dengan urusan uang). “Jadi, maksud saya hati-hati ini berkaitan jangan sampai urusan duit. Karena ini kan zamannya susah kalau berurusan duit,” ungkapnya.

Roziqi mengaku tidak tahu dengan uang Rp250 juta yang diberikan Haris kepada Romy pada 6 Januari 2019. “Saya betul-betul tidak tahu (Haris) bawa duit berapa,” ujar Roziqi.

Dia juga mengaku sudah berpesan agar Haris berhati-hati dengan Romy. “Saat dia (Haris) bilang lagi di Jakarta mau ketemu Gus Romy, saya bilang ‘hati-hati loh’. Jangan urusan duit-duit, karena saya sudah pernah dengar Mas Romy begini begini waktu saya di Jombang,” ujar Roziqi.

Dia mengaku kerap mendengar informasi bahwa Romy sering meminta mahar untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) di wilayah Jatim. Roziqi khawatir hal serupa akan menimpa menantunya. “Saya bilang, ‘hati-hati sama Gus Romy’, karena sering dengar ada namanya mahar untuk pemilihan bupati dan sebagainya. Saya bilang hati-hati,” katanya.


Editor : Ahmad Islamy Jamil

TAG :