Kasus Suap Perkara di MA, KPK Periksa Pendeta untuk Tersangka Nurhadi

Riezky Maulana ยท Senin, 29 Juni 2020 - 11:58 WIB
Kasus Suap Perkara di MA, KPK Periksa Pendeta untuk Tersangka Nurhadi

Kantor KPK (Foto:Antara)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyidik perkara suap dan gratifikasi penanganan perkara di Mahkamah Agubg (MA) tahun 2011-2016. Hari ini, Senin (29/6/2020) KPK memeriksa seorang pendeta bernama James Palk sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan James Palk rencananya akan diperiksa untuk tersangka eks Sekretaris MA Nurhadi.

"Penyidik memanggil yang bersangkutan untuk tersangka Nurhadi (NHD)," kata Ali di Jakarta, Senin (29/6/2020).

Dalam pemeriksaan hari ini, KPK juga memeriksa dua saksi lain untuk kasus yang sama. Kedua saksi tersebut atas nama Kasirin dan Handi Kusworo yang berprofesi sebagai wiraswasta.

Kasirin dan Handi Kusworo juga diperiksa untuk tersangka Nurhadi. Dalam perkara ini, KPK menetapkan Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA.

Nurhadi dan menantunya disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsidair Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Sementara, Hiendra Soenhoto selaku Direktur PT MIT ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Hingga kini keberadaan Hiendra masih belum diketahui alias buron.

Editor : Rizal Bomantama