Kasus Wahyu Setiawan, PDIP Duga Ada Upaya Sistematis Oknum KPK Bocorkan Informasi Rahasia ke Media

Wildan Catra Mulia ยท Rabu, 15 Januari 2020 - 20:55 WIB
Kasus Wahyu Setiawan, PDIP Duga Ada Upaya Sistematis Oknum KPK Bocorkan Informasi Rahasia ke Media

Kantor DPP PDI Perjuangan di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id - Tim Hukum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan merespons upaya penggiringan opini (framing) sebagian pihak usai kasus dugaan suap Harun Masiku mencuat. Framing tersebut terlihat dari gencarnya beberapa pemberitaan di media massa usai Wahyu Setiawan terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

Tim Hukum PDIP menduga ada upaya sistematis dari oknum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang membocorkan informasi rahasia kepada media tertentu.

"Yang terjadi adalah dugaan ada upaya sistimatis dari 'Oknum KPK' yang melakukan 'pembocoran' atas informasi yang bersifat rahasia dalam proses penyelidikan kepada sebagian media tertentu dengan maksud untuk merugikan atau menghancurkan PDI Perjuangan," kata Tim Hukum PDI Perjuangan dalam keterangan tetulisnya di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Framing di beberapa media adalah berita adanya dugaan suap yang dilakukan dua staf Sekertaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan kepada komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Suap itu terkait Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota legislative terpilih di daerah Sumatera Selatan

"Sebagaimana disampaikan oleh Saudara Andi Arif, framing penggeledahan kantor PDI Perjuangan, framing PTIK dan framing OTT yang sebenarnya bukan OTT," ujar Tim Hukum PDI Perjuangan.

PDI Perjuangan sangat menyesalkan adanya pemberitaan sepihak. Padahal, objek pemberitaan tersebut merupakan konten pro-justisia yang belum terbukti kebenarannya dan masih dalam tahap penyelidikan.

"Terhadap hal tersebut, tidak tertutup kemungkinan kami akan mengambil langkah hukum secara perdata dengan berkonsultasi kepada Dewan Pers," kata Tim Hukum PDI Perjuangan.

Hasto sebelumnya juga sempat menyampaikan soal framing tersebut. Dia menyebut ada yang berupaya ingin menggiring opini (framing) dirinya terlibat dalam kasus dugaan suap Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg partainya.

"Ada yang memframing saya menerima dana. Ada yang memframing bahwa saya diperlakukan sebagai bentuk-bentuk penggunaan kekuasaan itu secara sembarangan," katanya di Rakernas I PDI-Perjuangan, di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Januari 2020.

Upaya Framing lainnya, menurut Hasto, adalah saat dirinya disebut bersembunyi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, pada Kamis, 9 Januari 2020. Disebutkan, Hasto bersembunyi di PTIK demi menghindar dari pengejaran tim KPK.

"Termasuk contoh PTIK ya, disebut-sebut saya berada di PTIK. Saya sejak kemarin mempersiapkan seluruh penyelenggaraan rapat kerja nasional ini," ujarnya.


Editor : Djibril Muhammad