Kejagung: Belum Ada Agenda Eksekusi Mati Usai Pemindahan 9 Terpidana

Antara ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 09:37 WIB
Kejagung: Belum Ada Agenda Eksekusi Mati Usai Pemindahan 9 Terpidana

Kejagung mengaku belum mengagendakan eksekusi mati usai pemindahan sembilan terpidana mati ke Nusakambangan.

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 63 narapidana (napi) penghuni Lapas Gunungsindur, Bogor, dipindah ke Nusakambangan, Cilacap. Tak pelak, pemindahan itu memicu spekulasi bakal dilakukannya eksekusi mati.

Bukan tanpa sebab, spekulasi tersebut muncul. Mengingat, dari 63 napi, 29 di antaranya merupakan narapidana kasus narkotika dan 34 lainnya napi tindak pidana terorisme. Sementara, sembilan di antaranya merupakan napi kasus narkotika yang divonis mati.

BACA JUGA: Pemindahan Terpidana Mati ke Nusakambangan Tak Terkait Eksekusi

Kejaksaan Agung (Kejagung) yang dikonfirmasi mengaku belum memastikan eksekusi mati jilid IV akan dilakukan. Begitu juga dengan pemindahan sembilan terpidana mati ke Pulau Nusakambangan yang telah dilakukan, Kejagung juga mengaku belum tahu.

"Saya belum tahu (soal pemindahan), belum ada agenda itu (eksekusi mati)," ujar Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAM Pidum) Noor Rachmad ditemui usai Rapat Koordinasi Nasional Sentra Gakkumdu di Jakarta, Rabu (5/12) malam.

Sebelumnya Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah Heni Yuwono mengatakan pemindahan sembilan terpidana mati ke Pulau Nusakambangan tidak terkait dengan pelaksanaan eksekusi mati pelaku tindak pidana kasus penyalahgunaan narkotika itu.

"Pemindahan ini berkaitan dengan peningkatan pembinaan saja," kata Yeni di Semarang, Sabtu (2/12/2018).

Menurut dia, pelaksanaan eksekusi mati merupakan ranah Kejaksaan Agung dalam pelaksanaannya. "Kapan mereka dieksekusi, itu kewenangan kejaksaan. Karena mereka ini terpidana mati maka peningkatan pembinaan itu juga penting," ujar Yeni.

Dia menuturkan Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan didesain memang untuk narapidana kelas kakap. Tempat tersebut, dia mengharapkan bisa memutus mata rantai kejahatan.

"Kami harap bisa memutus mata rantai dengan dipindah ke Nusakambangan," katanya menegaskan.


Editor : Djibril Muhammad