Kejagung Benarkan Jaksanya Terjaring OTT KPK, tapi Tak Tahu Kasus

Irfan Ma'ruf ยท Selasa, 20 Agustus 2019 - 16:37 WIB
Kejagung Benarkan Jaksanya Terjaring OTT KPK, tapi Tak Tahu Kasus

Kejaksaan Agung (Kejagung). (Foto: Sindo)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjaring lima orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar pada Senin, 19 Agustus 2019 malam. Salah satu dari lima orang tersebut adalah jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Yogyakarta.

Kejaksaan Agung (Kejagung) membenarkan adanya penangkapan terhadap jaksa fungsional yang bertugas di Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Yogyakarta. Namun, Kejagung belum mengetahui secara pasti kasus apa yang mengakibatkan jaksanya terjaring OTT.

"Intinya kita membenarkan adanya operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum jaksa di Kejari Jogja," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Mukri kepada iNews.id melalui pesan singkat, Selasa (20/8/2019).

BACA JUGA:

Tiba di Jakarta, 5 Orang OTT di Yogyakarta Termasuk Jaksa Diperiksa KPK

OTT Jaksa dan PNS, KPK Segel Kantor Dinas PU Yogyakarta

KPK: OTT Jaksa di Yogyakarta terkait Proyek yang Didampingi TP4D

Kejagung, menurut dia, hingga saat ini masih menunggu informasi detail dari lembaga antirasuah tersebut. "Namun, terkait masalah apa kita masih menunggu konfirmasi dari pihak KPK," ujarnya.

Sebelumnya, juru bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan lima orang yang terjaring OTT tersebut adalah jaksa di Kejari Yogyakarta, rekanan, dan PNS. Lima orang tersebut masih diperiksa intensif terkait kasus dugaan suap proyek Pekerjaan Umum (PU) yang didampingi Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).

"Pagi ini, lima orang yang diamankan dalam OTT di Yogya kemarin telah dibawa ke Gedung KPK dan sekarang dalam proses pemeriksaan," ujarnya.

Dia menuturkan, dalam OTT ini KPK juga mengamankan uang sekitar Rp100 juta yang diduga sebagai duit pelincin untuk penyelenggara negara. KPK juga telah menyegel kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Yogyakarta dan rumah rekanan (pihak swasta) dari pihak yang diamankan juga turut disegel.

"Sebagai bagian dari pengamanan barang bukti, ada tiga lokasi yang diamankan terlebih dahulu dengan KPK line. Ada dua lokasi di Yogyakarta termasuk kantor dinas PU dan rumah rekanan di Solo yang kami berikan "KPK line"," ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Selasa (20/8/2019).


Editor : Djibril Muhammad