Kemendagri Harap NIK Bisa Digunakan Untuk Penyelenggaraan Haji dan Umrah

Dita Angga ยท Rabu, 26 Januari 2022 - 14:00:00 WIB
Kemendagri Harap NIK Bisa Digunakan Untuk Penyelenggaraan Haji dan Umrah
Ilustrasi haji dan umroh (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berharap Nomor Induk Kependudukan (NIK) bisa digunakan untuk penyelenggaraan haji dan umrah. Hal itu seperti yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan yang mengganti NPWP dengan NIK.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif  Fakrulloh menjelaskan harapan tersebut bisa memudahkan proses haji dan umrah. Bahkan, data berapa kali sudah melaksanakan haji dapat terpantau.

"Begitu juga dengan calon jamaah haji/umrah, dengan penguatan kerja sama berbagi pakai data Dukcapil, tinggal input NIK data jamaah langsung keluar. Terdata di mana, termasuk data sudah melaksanakan ibadah haji berapa kali," kata dia dikutip dari siaran pers Ditjen Dukcapil Kemendagri, Rabu (26/1/2022).

Kemendagri dan Kemenag melalui Ditjen Dukcapil dan PHU sendiri telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemanfaatan Data Kependudukan untuk pelayanan jamaah haji. Ia pun berharap penandatanganan PKS ini bisa memberikan kontribusi positif untuk penyelenggaraan haji dan umrah.

"Kita berharap dengan berbagi pakai data kependudukan penyelenggaraan haji umrah menjadi lebih cepat dan terstruktur sehingga menghasilkan rancang bangun penyelenggaraan haji dan umrah yang lebih baik," terang dia.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa sinergitas  antara data kependudukan Dukcapil dengan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) merupakan hal yang penting. Di mana saat ini telah terdata di data warehouse Dukcapil lebih 272 juta penduduk by name by addres lengkap dengan nomor induk kependudukan (NIK).

"Data tersebut terus diperbarui dengan menginput data penduduk yang berpindah domisili yang rata-rata per bulannya mencapai 500 ribu penduduk. Belum lagi mengingat rerata penduduk yang wafat per bulan mencapai 50 ribu jiwa. Data penduduk yang meninggal terbanyak Agustus 2021 akumulasinya sebanyak 220 yang meninggal akibat Covid-19," tuturnya.

Sementara itu Dirjen PHU Kemenag Hilman Latif juga menginginkan agar data haji dan umrah bisa terhubung dengan data Ditjen Dukcapil Kemendagri, khususnya NIK segera.

"Saat ini proses pendaftaran haji tidak bisa dihindari harus bertransformasi ke digital. Pendaftaran haji secara elektronik untuk memberikan kemudahan khususnya pada digital society, yakni kaum milenial," ujar Hilman.

Editor : Puti Aini Yasmin

Bagikan Artikel: