Kemhan Terima Hibah 14 Drone ScanEagle dari AS untuk Misi Pengintaian

Felldy Utama ยท Kamis, 27 Februari 2020 - 08:18 WIB
Kemhan Terima Hibah 14 Drone ScanEagle dari AS untuk Misi Pengintaian

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan mendapatkan hibah 14 drone ScanEagle dan upgrade (meningkatkan kemampuan) 3 unit Helikopter Bell 412 dari Amerika Serikat (AS). Penambahan itu akan memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista) TNI Aangkatan Laut.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, Pemerintah Amerika sejak 2014 hingga 2015 menawarkan program hibah (FMF) kepada TNI. Kemudian, 2017 TNI AL mengambil program FMF Hibah tersebut berupa Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan upgrade helikopter Bell 412.

"Kami hadir di Komisi I DPR ini untuk menyampaikan permohonan persetujuan penerimaan hibah 14 drone ScanEagle UAV dan upgrade Helikopter Bell 412 dari Pemerintah AS," ujar Sakti saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi I DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2020).

Menurutnya, drone ScanEagle senilai 28,3 juta dolar AS itu, dibutuhkan TNI AL untuk meningkatkan kemampuan ISR maritim guna memperkuat pertahanan negara.

ScanEagle merupakan bagian dari ScanEagle Unmanned Aircraft Systems, yang dikembangkan dan dibangun oleh Insitu Inc, anak perusahaan The Boeing Company. UAV didasarkan pada pesawat miniatur robot SeaScan Insitu yang dikembangkan untuk industri perikanan komersial.

Drone ScanEagle dapat beroperasi di atas 15.000 kaki (4.572 M) dan berkeliaran di medan perang untuk misi yang diperpanjang hingga 20 jam. Drone dengan bobot maksimum tempat pilot diizinkan untuk lepas landas atau maximum takeoff weight (MTOW) 22 kilogram ini digerakkan mesin piston model pusher berdaya 15 hp.

Kecepatan terbang jelajah ScanEagle berada di kisaran 111 km/jam dan kecepatan maksimum 148 km/jam. Batas ketinggian terbang mencapai 5.950 m. ScanEagle sanggup berada di udara dengan lama terbang (endurance) lebih dari 24 jam. ScanEagle akan digunakan untuk melaksanakan patroli maritim, integrasi ISR (intelligence, surveilance, reconaissance).

Sementara untuk upgrade peralatan Helikopter Bell 412 dengan nilai 6,3 juta dolar AS juta dibutuhkan TNI AL untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan meningkatkan kemampuan pertahanan negara.

"Nantinya drone ScanEagle ini akan digunakan oleh TNI AL untuk kepentingan khusus. Kita hanya keluar dana Rp10 miliar untuk mengintegrasikan dan memastikan keamanan data dari peralatan ini dengan alutsista lainnya. Nanti PT LEN yang akan bertugas untuk integrasikan," katanya.

Editor : Kurnia Illahi