Kerusuhan 22 Mei: Pembakar Mobil Brimob Diupah Rp300.000, Dalang Masih Diburu

Aditya Pratama ยท Minggu, 16 Juni 2019 - 04:01 WIB
Kerusuhan 22 Mei: Pembakar Mobil Brimob Diupah Rp300.000, Dalang Masih Diburu

Mobil Brimob dibakar massa saat terjadi kerusuhan di kawasan Slipi, Jakarta Barat, 22 Mei 2019. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan).

JAKARTA, iNews.id, - Polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus perusakan dan pencurian mobil Brimob saat pecah kerusuhan 22 Mei 2019 di kawasan Slipi, Jakarta Barat. Sosok di balik huru-hara itu kini sedang diburu.

Empat pelaku pembakaran mobil Brimob itu yakni Supriyanta Jaelani alias Vianz Jinkz, Idmas Arie Sadewo alias Dimas, Wawan Adi Irawan alias Wawan, dan Diki Fajar Prasetyo alias Diki.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, empat tersangka tersebut membakar serta mencuri senjata api dan uang ratusan juta saat kerusuhan pecah di kawasan Slipi. Mereka beraksi atas suruhan pihak tertentu.

”Kami telah mengantongi identitas serta ciri-ciri pelaku yang diduga menyuruh para pelaku bertindak rusuh," ucapnya, Sabtu (15/6/2019). Hengki enggan membocorkan sosok yang diduga menjadi aktor intelektual tersebut.

BACA JUGA: HM Berikan Rp60 Juta untuk Demo dan 15.000 Dolar untuk Bunuh 4 Tokoh

Dia hanya menyebutkan keempat tersangka mendapat perintah untuk melakukan kerusuhan di Slipi. Selain membakar mobil Brimob, mereka juga menjarah tas berisi senjata api serta uang Rp50 juta. Untuk aksi anarkistis itu, mereka diupah Rp300.000 per orang.

"Jadi, ke sana bukan untuk berdemo, melainkan untuk rusuh dan menjarah," ujar Hengki.

Seperti diketahui, kerusuhan pecah di depan Bawaslu, Petamburan dan Slipi pada 22 Mei 2019. Mabes Polri mensinyalir kelompok massa yang berbuat kerusuhan di tiga titik itu merupakan kelompok yang telah diorganisir. Mereka diplot di masing-masing titik.

”Massa di Slipi bukan massa di depan Bawaslu. Jadi ada kelompok lagi yang disiapkan untuk berbuat kerusuhan di Slipi,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal dalam konferensi pers di Kemenkopolhukam.

Hengki mengatakan, para tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, Pasal 170 KUHP tentang perusakan barang, dan Pasal 1 ayat 1 UU Nomor 12 Tahun 1951 tentang Undang-Undang Darurat.


Editor : Zen Teguh