Ketua MPR Bamsoet: Tindak Tegas Pelanggaran Kedaulatan Indonesia di Natuna

Felldy Utama ยท Minggu, 05 Januari 2020 - 08:10 WIB
Ketua MPR Bamsoet: Tindak Tegas Pelanggaran Kedaulatan Indonesia di Natuna

Ketua MPR, Bambang Soesatyo. (Foto: iNews.id/ Felldy Utama).

JAKARTA, iNews.id - Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta pemerintah bertindak tegas terhadap kapal penangkap ikan milik China yang masuk ke wilayah perairan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia didampingi kapal Coast Guard China. Selain mencuri ikan, tindakan China dinilai melukai persahabatan baik yang selama ini dibangun oleh Indonesia.

Dia mengatakan, ZEE mempunyai kekuatan hukum tetap dan mengikat berdasarkan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) atau Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Hukum Laut.

"Jadi klaim sepihak China bahwa perairan Natuna merupakan wilayah mereka, sesungguhnya tidak mempunyai dasar apapun di PBB. Pemerintah perlu bertindak tegas, bukan hanya mengirimkan protes diplomatik, melainkan juga melakukan tindakan hukum tegas, seperti penenggelaman kapal," ujar Bambang Soesatyo di Jakarta, Sabtu (4/1/2020).

BACA JUGA:

Natuna Memanas, PKS Kritik Keras Prabowo soal China Negara Sahabat

China Klaim Natuna, Susi: Persahabatan Antarnegara Tak Boleh Lindungi Pencuri Ikan

Politikus Partai Golkar yang biasa disapa Bamsoet ini mengingatkan, meskipun China termasuk salah satu investor terbesar di Indonesia, bukan berarti bisa seenaknya mengganggu kedaulatan Indonesia. Pemerintah seharusnya tidak boleh lemah menyikapi persoalan tersebut.

Apalagi Kementerian Luar Negeri China sudah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka seakan tidak peduli terhadap sikap Indonesia menerima atau tidak klaim China sebagai pemilik perairan Natuna.

"Kalau kita lembek, negara manapun akan dengan mudah menginjak-injak harga diri kita. Ini rumah kita, jangan biarkan ada maling masuk dan kita hanya tersenyum menikmati dirampok," ucapnya.

Menurutnya, pemerintah dan Komisi I DPR harus segera menyusun anggaran untuk menambah kekuatan armada penjaga (coast guard) mengingat tingginya potensi konfrontasi di perairan Natuna. Tanpa ditunjang kekuatan dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang prima, tidak mungkin tentara Indonesia bisa menjaga kedaulatan dengan sempurna.

"Sebagaimana pepatah Romawi kuno, si vis pacem para bellum, jika kau mendambakan perdamaian bersiaplah menghadapi perang. Artinya, kita perlu mempersiapkan kekuatan tempur yang prima agar bisa menghadapi situasi terburuk seperti perang," katanya.


Editor : Kurnia Illahi