KPAI Sayangkan Defisit Regulasi Pelarangan Anak-Anak Ikut Aksi Massa

Felldy Utama ยท Minggu, 05 Juli 2020 - 13:33 WIB
KPAI Sayangkan Defisit Regulasi Pelarangan Anak-Anak Ikut Aksi Massa

Ilustrasi aksi massa. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ikut memantau aksi massa ganyang komunis yang digelar di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (5/7/2020). Hal itu dilakukan untuk mencegah pelibatan anak-anak dalam aksi tersebut untuk menghindarkan paparan pesan-pesan berbau kekerasan.

Komisioner KPAI, Jasra Putra menyampaikan peristiwa politik yang melibatkan anak-anak rawan membuatnya menjadi pelaku ujaran kebencian. Menurutnya belum ada sanksi tegas terkait pelibatan anak-anak dalam aksi massa.

"Defisit regulasi dalam penyertaan anak anak dalam penyalahgunaan aksi massa, aksi unjuk rasa, dan aksi usaha politik mendulang suara juga melengkapi mudahnya anak anak jadi korban karena tidak ada sanksi yang tegas," ucap Jasra dalam keterangan tertulis yang diterima iNews.id di Jakarta.

Menurutnya anak-anak berpotensi menjadi pelaku kekerasan jika terus menerus menerima pesan-pesan berbau kebencian. Jasra menegaskan perlu kesadaran masyarakat untuk melindungi anak-anaknya dari paparan pesan kekerasan sebagai upaya menyiapkan mereka sebagai pemimpin bangsa.

Dia juga mengungkapkan kondisi anak-anak yang masih belajar di rumah memperbesar potensi mereka diajak orangtua untuk mengikuti aksi-aksi massa. Padahal seharusnya orangtua turut melakukan pendampingan emosi bagi anak-anak dari potensi paparan kebencian.

"Beban domestik orangtua yang berlebih di masa Covid-19 memperbesar potensi anak-anak ikut aksi massa," katanya.

Dia mendorong berbagai elemen masyarakat berani melaporkan pelibatan anak-anak dalam agenda politik. Apalagi Indonesia sebentar lagi melaksanakan Pilkada Serentak 2020 di 270 lokasi.

"Bawaslu, KPU, dan DKPP harus memastikan anak-anak tidak dilibatkan dalam kampanye," katanya.

Editor : Rizal Bomantama