KPK Cegah Dirut PT Inti ke Luar Negeri

Antara, Ilma De Sabrini ยท Rabu, 02 Oktober 2019 - 22:04 WIB
KPK Cegah Dirut PT Inti ke Luar Negeri

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: iNews.id/Ilma de Sabrini)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah Direktur Utama (Dirut) PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) Darman Mappangara (DMP) ke luar negeri. Pencegahan dilakukan usai Darman menjadi tersangka karena menyuap mantan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (Persero) atau PT AP II, Andra Y Agussalam (AYA) Rp1 miliar.

"Kami sudah melakukan pelarangan ke luar negeri untuk DMP selama 6 bulan ke depan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (2/10/2019).

BACA JUGA:

Sosok Darman Mappangara, Dirut PT Inti yang Terseret Suap Antar-BUMN

Dirut PT Inti Jadi Tersangka karena Suap Andra Y Agussalam Rp1 Miliar

Kasus Proyek di PT Angkasa Pura Propertindo, KPK Tetapkan Dirut PT Inti Tersangka

Kasubag Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Sam Fernando membenarkan pencegahan tersebut. "Sejak 27 Agustus 2019 dicegah KPK," ujarnya saat dikonfirmasi.

Darman menyuap Andra terkait pengadaan pekerjaan "Baggage Handling System" (BHS) pada PT Angkasa Pura Propertindo yang dilaksanakan PT Inti Tahun 2019.

Sebelumnya dalam kasus itu, KPK telah terlebih dahulu menetapkan dua tersangka, yakni Andra Y Agussalam (AYA) dan staf PT INTI Taswin Nur (TSW). "Dalam proses penyidikan, KPK mencermati fakta-fakta yang berkembang dalam penyidikan dan menemukan dugaan keterlibatan pihak lain," ujar Febri.

Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK melakukan penyidikan baru dengan tersangka Darman Mappangara. "Tersangka DMP selaku Direktur Utama PT INTI diduga bersama-sama TSW memberi suap kepada AYA, Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II untuk 'mengawal' agar proyek Baggade Handling System (BHS) dikerjakan oleh PT INTI," kata Febri.

Febri mengungkapkan, KPK juga telah memeriksa 28 saksi untuk tiga tersangka dalam kasus tersebut.


Editor : Djibril Muhammad