KPK Panggil Politikus PKB M Toha terkait Kasus Dugaan Korupsi Proyek PUPR 2016

Aditya Pratama ยท Senin, 18 November 2019 - 12:36 WIB
KPK Panggil Politikus PKB M Toha terkait Kasus Dugaan Korupsi Proyek PUPR 2016

Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: iNews.id/Dok.)

JAKARTA, iNews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memanggil anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mohammad Toha. Toha akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan milik Kementerian PUPR 2016 dengan tersangka Komisaris sekaligus Dirut PT Sharleen Raya JECO Group, Hong Artha.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HA (Hong Artha),” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, dalam pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (18/11/2019).

Selain Toha, KPK juga memanggil dua anggota DPRD Provinsi Lampung yang akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka dan kasus yang sama. Dua orang itu adalah Midi Ismanto dan Okta Rijaya.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan Komisaris sekaligus Dirut PT Sharleen Raya JECO Group, Hong Artha John Alfred sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan milik Kementeriaan PUPR. Hong Artha ditetapkan sebagai tersangka pada 2 Juli 2018. Namun, lebih setahun sejak menyandang status tersangka itu, Hong Artha belum juga ditahan KPK.

Hong Artha diduga secara bersama-sama memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara. Janji atau uang yang diberikan tersebut diduga untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan jabatannya.

Salah satu penyelenggara yang diduga menerima suap dari Hong Artha yakni, Kepala Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustary. Amran diduga menerima uang sebesar Rp8 miliar dan Rp2,6 miliar dari Hong Artha.


Editor : Ahmad Islamy Jamil