KPK Tetapkan Bupati Lampung Selatan Tersangka Pencucian Uang

Ilma De Sabrini ยท Jumat, 19 Oktober 2018 - 18:33 WIB
KPK Tetapkan Bupati Lampung Selatan Tersangka Pencucian Uang

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Foto: iNews.id/Ilma de Sabrini).

JAKARTA, iNews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Lampung Selatan (Lamsel) nonaktif Zainudin Hasan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang. Zainudin diduga membelanjakan penerimaan dana hasil suap untuk sejumlah kepentingannya.

"Tersangka ZH (Zainudin Hasan) melalui ABN (Agus Bhakti Nugroho) membelanjakan pemerimaan dana-dana (fee proyek) untuk membayar aset-aset berupa tanah, bangunan, dan kendaran dengan mengatasnamakan keluarga, pihak lain, atau perusahaan yang digunakan untuk kepentingan tersangka," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Jum'at (19/10/2018).

KPK menangkap Zainudin Hasan di kediamannya, Lampung Selatan pada 26 Juli 2018. Secara keseluruhan terdapat 13 orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan itu. KPK mengamankan barang bukti uang suap Rp200 juta dari tangan anggota DPRD Lampung Agus Bhakti Nugroho.

BACA JUGA: Masa Penahanan Bupati Lampung Selatan Diperpanjang

Hasil ekspos perkara, KPK menetapkan Zainudin sebagai tersangka penerimaan suap. Adik Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan itu diduga menerima fee 15-17 persen dari proyek-proyek infrastruktur di Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan. Penerimaan suap bernilai total Rp57 miliar.

Berdasarkan penyidikan KPK, Zainudin melalui Agus Bhakti lantas membelanjakan uang fee tesebut untuk membayar sejumlah aset.

”KPK menyita 1 unit ruko dan 9 bidang tanah saat harga transaksi senilau Rp7,1 miliar. Selain itu disita 3 kendaraan darat dan air. Seluruh aset tersebut diduga milik ZH yang diatasnamakan keluarga,” kata Febri.

Febri menjelaskan, Zainudin diduga telah mentransfer, mengalihkan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, menukar bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan.

Zainuddin disangkakan melanggar Pasal 3 Undang-undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


Editor : Zen Teguh