KPU Serahkan 20 Pertanyaan Debat kepada Timses Capres dan Cawapres

Antara ยท Kamis, 10 Januari 2019 - 20:20 WIB
KPU Serahkan 20 Pertanyaan Debat kepada Timses Capres dan Cawapres

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU). (Foto: iNews.id/ Wildan Catra Mulia).

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyerahkan 20 pertanyaan debat pilpres kepada masing-masing tim sukses (timses) pasangan capres dan cawapres. Daftar pertanyaan tersebut dibuat oleh tim panelis debat.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, 20 soal itu sudah selesai dibahas dan ditajamkan bersama enam orang panelis. Enam panelis, yaitu Prof Hikmahanto Juwana (Guru Besar Hukum UI), Prof Bagir Manan (mantan Ketua MA), Ahmad Taufan Damanik (Ketua Komnas HAM), Bivitri Susanti (ahli tata negara), Margarito Kamis (ahli tata negara) dan Ketua KPK Agus Rahardjo.

Sementara Margarito Kamis tidak hadir dalam rapat pembahasan. Menurutnya, sebanyak 20 soal diserahkan sebagai bentuk kisi-kisi kepada kedua pasangan capres cawapres dan bukan merupakan soal pilihan ganda.

"Pada intinya, soal kami serahkan hari ini. Saya pikir tidak ada alasan untuk menunda-nunda penyerahan soal lebih dari hari ini," ujar Pramono di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (10/1/2019).

BACA JUGA:

TKN Sibuk Memoles Ma'ruf Amin untuk Tampil di Debat Pilpres

KPU Bocorkan Daftar Pertanyaan, PKS Khawatir Debat Pilpres Normatif

Dia menuturkan, tujuan utama debat capres cawapres untuk mendalami visi misi dan program masing-masing pasangan calon (paslon). Maka, format pertanyaan dan format debat didesain untuk bisa secara jelas menyampaikan muatan itu.

"Supaya semua visi dan misi para calon pemimpin bisa tersampaikan dan diterima oleh masyarakat," tuturnya.

Dalam rapat itu, selain komisioner KPU dan panelis, hadir dua moderator debat pilpres Ira Koesno dan Imam Priyono dalam rangka penajaman materi debat capres pertama yang berlangsung pada 17 Januari 2019.

"Ini soal bukan multiple choice, bukan juga soal yang menuntut hafalan, sebab debat ini bukan lomba pidato," ucapnya.


Editor : Kurnia Illahi