KPU Tak Khawatir Pilpres 2019 Diganggu Serangan Siber

Aditya Pratama ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 03:01 WIB
KPU Tak Khawatir Pilpres 2019 Diganggu Serangan Siber

Komisioner KPU Viryan Azis (dua dari kanan) dalam diskusi publik bertajuk 'Tantangan Keamanan Siber dalam Pemilu 2019' di Jakarta, Kamis (6/12/2018). (Foto: iNews.id/Aditya Pratama).

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak khawatir dengan ancaman serangan siber pada Pemilu Legislatif dan Presiden 2019. Lembaga penyelenggara pemilu ini memastikan hasil pileg maupun pilpres tidak akan terganggu karena Indonesia masih menerapkan sistem manual sebagai dasar penghitungan.

Komisioner KPU Viryan Azis menekankan, poin penting Pemilu 2019 bukan pemilu elektronik. Karena itu, basis penghitungan suara tetap manual sebagaimana pemilu sebelumnya.

"Jadi hasil Pemilu 2014 dan nanti Pemilu 2019 berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 dihitung dan ditetapkan secara manual," ujar Viryan usai menghadiri diskusi publik bertajuk 'Tantangan Keamanan Siber dalam Pemilu 2019' di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

BACA JUGA: Perindo: Sistem Pemilu Seharusnya Tak Boros Waktu dan Biaya

Dia memaparkan, teknologi informasi (TI) yang digunakan oleh KPU merupakan sistem informasi publik dan tidak ada kaitannya dengan penghitungan suara pemilu. Untuk sistem informasi penghitungan suara, KPU memiliki Situng atau Sistem Informasi Penghitungan.

Oleh karena itu, Viryan kembali menegaskan bahwa peretasan terhadap server maupun situs KPU tidak akan mempengaruhi perolehan suara karena sistem penghitungan manual yang dipakai.

"Sekali lagi Pemilu 2019 adalah pemilu yang manual, bukan sebagaimana dikhawatirkan, misalnya, di negara luar ada yang penghitungan hasilnya berubah karena diretas. Tidak demikian dengan Pemilu 2019 di Indonesia," kata dia.


Editor : Zen Teguh