Kronologi Bos Tekstil Asal Bandung Jadi Korban Mutilasi di Malaysia

Irfan Ma'ruf ยท Kamis, 14 Februari 2019 - 16:59 WIB
Kronologi Bos Tekstil Asal Bandung Jadi Korban Mutilasi di Malaysia

Kepala Bagian Konvensi Internasional, Divisi Hubungan Internasional Polri, Brigjen Pol Napoleon Bonaparte menjelaskan kronologi kasus mutilasi terhadap bos tekstil asal Bandung, Jawa Barat (Jabar) Ujang Nuryanto di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (14/2/2019). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Kepala Bagian Konvensi Internasional, Divisi Hubungan Internasional Polri, Brigjen Pol Napoleon Bonaparte menjelaskan kronologi kasus mutilasi terhadap bos tekstil asal Bandung, Jawa Barat (Jabar) Ujang Nuryanto. Kasus yang sama juga terjadi pada rekan Nuryanto, Ai Munawaroh.

Nuryanto dan Ai, dia menjelaskan, berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia pada Kamis, 17 Januari 2019. Mengingat telah lama tidak memberikan kabar, pihak keluarga kemudian melaporkan ke Polri.

"Keluarga dari Bandung melapor ke Polda Jabar tanggal 26/1/2019. Lanjut melaporkan 28/1/2019 ke Polisi Malaysia," kata Napoleon, di Mabes Polri, Kamis (13/2/2019).

BACA JUGA:

Misteri Potongan Tubuh Bos Tekstil Bandung Korban Mutilasi di Malaysia

Polisi: Bos Tekstil Bandung Korban Mutilasi di Malaysia Nuryanto

Berurai Air Mata, Istri Korban Mutilasi di Malaysia Cerita Suaminya Sempat Telepon

Selanjutnya, pada Sabtu, 26 Januari 2019 pukul 23.00 waktu Malaysia, Polisi Diraja Malaysia (PDRM) menemukan tiga bungkus plastik berisi mayat tanpa kepala di sungai Buloh, Selangor, Malaysia. Kemudian polisi Malaysia bersama Inavis Polri melakukan penyelidikan identitias.

"Salah satu potongan tubuh korban yakni N. Identitas ada dua orang, satu laki-laki dan perempuan. Untuk perempuan tidak ditemukan tangannya, sehingga tidak dapat identifikasi sidik jari, namun sudah dilakukan kerja sama untuk cek DNA, dan hasilnya butuh 10 hari," ujarnya.

Kemudian divisi internasional polisi Indonesia bekerja sama dengan polisi Malaysia melakukan penelitian mendalam. Selain itu dilakukan kerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melihat alur keuangan korban.

Ilustrasi mutilasi. (Foto: Dok)

Sementara dengan Siber Polri, kerja sama untuk melihat track record jaringan korban. Begitu juga dengan Pusdokkes Polri.

"Potongan tubuh di tiga kantong saat ini sudah melakukan pengamanan dua orang dengan identitas JIL, dan AR, warga negara asing (WNA). Saat ini Polda Jabar dengan Bareskrim sudah berupaya dengan bantuan inavis," kata Napoleon.

Nuryanto pergi ke Malaysia pada Kamis 17 Januari 2019. Rencananya, dia akan mengambil uang ke rekanan bisnisnya dari hasil menjual kain di Malaysia. Selama di Malaysia, Nuryanto sempat tiga kali pindah hotel. Namun, pada 22 Januari, pihak keluarga putus komunikasi dengan Nuryanto.

Padahal, pihak keluarga dan penasihat hukum sempat mengonfirmasi ke pihak maskapai yang digunakan Nuryanto, Air Asia. Korban terjadwal akan pulang pada 23 Januari 2019.


Editor : Djibril Muhammad