Kubu Prabowo: Tidak Akan Pernah Ada Rekonsiliasi dengan Kecurangan

Felldy Utama ยท Kamis, 25 April 2019 - 21:40 WIB
Kubu Prabowo: Tidak Akan Pernah Ada Rekonsiliasi dengan Kecurangan

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Slamet Ma'arif (tengah, mengenakan pakaian dan peci putih). (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id – Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo–Sandi, Slamet Ma’arif, menyebut wacana rekonsiliasi antara pasangan capres-cawapres nomor urut 01 dan 02 tak diperlukan. Dia punya alasan sendiri soal itu.

“Segala bentuk kecurangan tidak ada rekonsiliasi. Kita tidak akan pernah ada rekonsiliasi dengan kecurangan apapun,” kata Slamet di markas BPN Prabowo-Sandi, Jalan Kertanegara VI Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2019).

Pernyataan Slamet tersebut merespons usulan dari sejumlah kalangan agar ada rekonsiliasi antara kubu 01 dan 02 selepas pemungutan suara Pemilu 2019. Usul itu antara lain disuarakan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam seperti PBNU, Muhammadiyah, dan lainnya. Mereka mengingatkan, pilpres telah usai dan saatnya kembali merajut kebersamaan, persaudaraan, dan persatuan sesama anak bangsa.

BACA JUGA: Banyak Salah Input Perolehan Suara oleh KPU, Sandi: Harus Ada Sanksi

Namun, Slamet menilai rekonsiliasi pascapemilu bukan hal yang menjadi prioritas saat ini. Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu menyampaikan, pihaknya sedang fokus untuk “memerangi” segala kecurangan yang terjadi pada pelaksanaan pesta demokrasi tahun ini. “Jadi, kita saat ini adalah pertempurannya melawan segala kecurangan,” tuturnya.

Dia menutrukan, BPN Prabowo-Sandi masih terus mengumpulkan sejumlah bukti kecurangan yang masif terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan, dia menyinggung salah satu pasal UU Pemilu yang menyebutkan, jika terbukti adanya kecurangan yang dilakukan paslon tertentu, paslon itu bisa didiskualifikasi.

“Dan ingat, ada Pasal 460 (UU Pemilu) kalau enggak salah. Yang terbukti kecurangannya sistematis, itu bisa didiskualifikasi. Nah, sekarang kami sedang perjuangkan untuk membuktikan bahwa kecurangannya benar-benar TSM (terstruktur, sistematis, dan masif),” ucap Slamet.


Editor : Ahmad Islamy Jamil