Kunjungi Menhan Jepang, Prabowo Lihat Patung Jenderal Sudirman di Tokyo

iNews.id ยท Minggu, 22 Desember 2019 - 14:18 WIB
Kunjungi Menhan Jepang, Prabowo Lihat Patung Jenderal Sudirman di Tokyo

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Menteri Pertahanan Jepang, HE Taro Kono. (Foto: Kemhan.go.id)

TOKYO, iNews.id – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan kunjungan kehormatan kepada Menteri Pertahanan Jepang, HE Taro Kono, akhir pekan ini di Kantor Kementerian Pertahanan Jepang, Ichigaya, Tokyo. Kunjungan itu untuk mempererat dan meningkatkan kerja sama pertahanan Indonesia dan Jepang yang sudah terjalin baik.

Tiba di Kantor Kemhan Jepang, Jumat (20/12/2019), Prabowo disambut oleh Menhan Jepang melalui Upacara Jajar Kehormatan. Sebelumnya, Prabowo pada kesempatan tersebut juga meninjau Pantung Jenderal Sudirman yang berada di halaman kompleks Kantor Kemhan Jepang.

Keberadaan Patung Jenderal Sudirman itu menjadi simbol eratnya hubungan kerja sama Indonesia dan Jepang terutama di bidang pertahanan. Dalam kunjungan tersebut, selanjutnya Prabowo dan Menhan Jepang melakukan pertemuan bilateral guna membahas peningkatan kerja sama pertahanan kedua negara yang lebih konkret dan saling menguntungkan.

Prabowo mengatakan, Jepang adalah negara yang sangat dekat dan penting bagi Indonesia, karena Jepang telah banyak terlibat dalam pembangunan Indonesia selama ini. “Indonesia sangat berharap kerja sama pertahanan yang lebih riel di masa yang akan datang, karena Jepang adalah sahabat kuat dan penting bagi Indonesia selama ini,” tutur mantan danjen Kopassus itu.

Patung Jenderal Besar Sudirman di Tokyo, Jepang. (Foto: id.emb-japan.go.jp)
Patung Jenderal Besar Sudirman di Tokyo, Jepang. (Foto: id.emb-japan.go.jp)

 

Dia menjelaskan, postur pertahanan Indonesia adalah postur pertahanan defensif yang berdasar kepada pertahanan teritorial. Inilah yang mendasari keinginan Indonesia untuk membangun kerja sama pertahanan dengan negara-negara lain di kawasan, termasuk dengan Negeri Sakura.

Prabowo menyampaikan, 20 tahun lalu dia bertemu dengan menhan saat itu dan merintis pengiriman Kadet Akademi Militer Indonesia untuk belajar di National Defence Academy (NDA) Jepang. Mantan pangkostrad itu mengaku sangat puas, karena para lulusan NDA Jepang telah menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam kedinasan di TNI.

Sementara itu, Menhan Jepang menyampaikan keinginannya untuk melanjutkan dan meningkatkan kerja sama pertahanan antara Jepang dengan negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia. Jepang ingin mendorong kerja sama praktis seperti latihan bersama, kerjasama peralatan pertahanan dan kerja sama lainnya di bidang pertahanan.

HE Taro Kono menyampaikan, Jepang menghargai kepempimpinan Indonesia dalam memformulasikan pandangan ASEAN dalam konsep Indo-Pasifik. Dia pun mengungkapkan kemungkinan sinergisitas antara Jepang dan negara-negara ASEAN dalam kesamaan konsep free and open Indo Pasifik dan Asean Outlook.

Jepang juga sangat mengerti bahwa saat ini Indonesia terus berusaha untuk meningkatkan kemampuan dalam disaster response dan memperkuat pertahanan pulau-pulau terluar seperti penguatan pertahanan di Pulau Natuna. Indonesia dan Jepang, kata dia, memiliki kesamaan sebagai negara maritim dengan banyak potensi terjadinya bencana alam.

Untuk itu, Jepang telah berbagi segala pengalaman dan keahlian di bidang penanggulangan bencana, melalui berbagi program seperti kebijakan, dialog dan kerjasama antarangkatan bersenjata kedua negara. Jepang dan Indonesia telah melaksanakan kerja sama pertahanan khususnya dalam program-program HA/DR (Humanitarian Assistance and Disaster Relief) antara lain dengan memulai seminar HA/DR di Jakarta pada November 2019. Program tersebut direncanakan digelar untuk tiga tahun ke depan.

Selain itu, pada Februari 2020, Jepang berencana mengundang perwira-perwira TNI dalam seminar di JGSDF Northern Army, di samping latihan penanganan bencana khususnya latihan antara JSDF ( The Japan Self-Defense Forces) dan tentara Amerika Serikat. Dengan begitu, agenda tersebut diharapakan dapat memberi gambaran hal yang bisa dilaksanakan antara TNI dan JSDF dalam penanganan bencana.

“Jepang terus berupaya bertukar pikiran untuk mewujudkan kerja sama dengan Indonesia kearah yang lebih konkret,” ujar HE Taro Kono.


Editor : Ahmad Islamy Jamil