Laporan Pelanggaran Protokol Kesehatan di Jakarta Semakin Menurun

Bima Setiyadi · Kamis, 29 Oktober 2020 - 14:37:00 WIB
Laporan Pelanggaran Protokol Kesehatan di Jakarta Semakin Menurun
Suasana Perkantoran di Jalan Jenderal Sudirman (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 25 perusahaan di Jakarta melanggar protokol kesehatan Covid-19 selama PSBB transisi. Jumlah tersebut jauh dari angka pelanggaran saat PSBB ketat diberlakukan pada 14 September hingga 12 Oktober lalu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, sejak PSBB transisi berlaku pada 12 Oktober hingga 25 Oktober lalu, sedikitnya ada 152 perusahaan yang dilakukan inspeksi mendadak (Sidak). Menurutnya, dari perusahaan yang disidak, 25 perusahaan kedapatan melanggar protokol kesehatan Covid-19 dan terpaksa ditutup sementara.

"Perusahaan yang ditutup karena Covid-19 ada 16 perusahaan. Perusahaan tidak menjalankan protokol kesehatan Covid-19 ada 9 perusahaan," kata Andri Yansyah saat dihubungi, Kamis (29/10/2020).

Dalam rentan waktu yang sama, jumlah perusahaan pelanggar protokol kesehatan Covid-19 pada PSBB ketat saat itu berjumlah 159 perusahaan. Jumlah perusahaan yang disidak pun mencapai 856 perusahaan. 

Andry mengakui jumlah pelanggar protokol kesehatan Covid-19 pada masa PSBB transisi yang hanya 25 perusahan saat ini karena perusahaan yang disidak tidak banyak seperti yang dilakukan pada masa PSBB ketat.

Namun, menurutnya, banyak perusahaan yang sudah menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dan patuh terhadap aturan yang berlaku.

"Memang angka yang disidak kecil, tapi rata-rata sudah patuh dan sadar akan pentingnya kedisiplinan protokol kesehatan Covid-19," katanya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq