LP3ES Sebut Demokrasi Indonesia Cenderung Oligarki

Irfan Ma'ruf ยท Sabtu, 21 Desember 2019 - 20:39 WIB
LP3ES Sebut Demokrasi Indonesia Cenderung Oligarki

Ketua Dewan Pengurus LP3ES Didik Junaedi Rachbini. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) menyebut demokrasi di Indonesia saat ini cenderung berada dalam kondisi oligarki. Politik oligarki tersebut seperti siklus 20 tahunan setelah runtuhnya Orde Baru (Orba).

Ketua Dewan Pengurus LP3ES Didik Junaedi Rachbini mengatakan, salah satu bentuk oligarki saat ini adalah lemahnya suara civil society dalam demokrasi.

"Suara parlemen untuk check and balance hampir mustahil karena semua yang ada di sana berebut kekuasaan, tak mengerti sistem," katanya dalam acara diskusi Outlook Demokrasi di ITS Tower, Jakarta, Sabtu (21/12/2019).

Faktor lainnya, menurut Didik, masuknya oposisi ke lingkaran pemerintahan usai pemilu 2019. Konsekuensinya, parlemen hanya sekadar menjadi corong kepentingan negara yakni kelompok eksekutif.

"Kosongnya check and balance menyebabkan demokrasi menjadi cacat, seperti per atau ayunan yang tak punya balance (keseimbangan)," ujarnya.

Didik mencontohkan, yang terbaru adalah adanya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah tersebut produktif dan lahir dari rahim reformasi namun dilemahkan dengan demokrasi otoritarianisme.

Dia meminta seluruh pihak waspada terhadap oligarki politik yang saat ini terjadi. Harapannya agar demokrasi tidak menimbulkan konflik.

Didik menyebut, siklus 20 tahunan politik ekstrem seperti Mesir dan Lebanon telah terbukti menjadi konflik. "Demokrasi tanpa rule of law dan terlalu banyak konflik, maka akan jadi perbanditan," katanya.

Editor : Djibril Muhammad