Luhut: Terbuka Kemungkinan Jokowi Sambangi Kediaman Prabowo Usai Putusan MK

Felldy Utama ยท Selasa, 25 Juni 2019 - 13:33 WIB
Luhut: Terbuka Kemungkinan Jokowi Sambangi Kediaman Prabowo Usai Putusan MK

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, terbuka kemungkinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke kediaman Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Kemungkinan itu bakal terjadi usai Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019.

Hal itu disampaikan saat ditanya mengenai upaya mewujudkan rekonsiliasi antar dua calon presiden (capres) tersebut usai putusan MK pada Kamis, 27 Juni 2019. Dia mengatakan, Jokowi sangat menginginkan sekali pertemuan dengan Prabowo Subianto.

"Nanti dengar saja pidato presiden setelah pengumuman. Insyaallah semua baik-baik, tentu nanti presiden akan menyampaikan pidato sebagai presiden terpilih. Insyaallah akan mengajak supaya kita ramai-ramai membangun negara kita ini," tutur Luhut di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (25/6/2019).

BACA JUGA:

MK Berharap Momen Baik di Putusan PHPU Pilpres: Jokowi-Prabowo Berpelukan

Prabowo Tak Akan Hadiri Sidang Putusan MK, Pilih Tonton dari Rumah

TKN Yakin Putusan MK Sejalan dengan Pilihan Rakyat: Jokowi Menang Pilpres

Kemungkinan itu merujuk pada peristiwa Pilpres 2014. Ketika itu, usai putusan MK, Jokowi berkunjung ke kediaman mantan danjen Kopassus tersebut. Luhut menyebut, peristiwa lima tahun lalu itu sangat besar kemungkinannya terulang kembali usai putusan MK kali ini.

"Ya bisa saja terjadi begitu (kunjungan Jokowi ke kediaman Prabowo). Tidak ada yang tidak mungkin," ujarnya.

Apalagi, Luhut mengatakan, Jokowi dengan sifat rendah diri (humble) dan bersahajanya, bukan tidak mungkin demi kepentingan bangsa dan negara melakukannya kembali.

"Saya kira Pak Jokowi tidak akan pernah sungkan untuk berbuat apa saja," kata politikus senior Partai Golkar ini.

Sebelumnya, Juru Bicara MK Fajar Laksono mengharapkan momen baik saat hakim konstitusi membacakan putusan PHPU Pilpres 2019. Momen baik itu adalah pasangan calon (paslon) dapat menghadiri sidang pembacaan putusan, meski masing-masing telah diwakili tim kuasa hukum.

"Kalaupun hadir itu tentu sangat bagus momentumnya bagaimana kemudian Mahkamah Konstitusi menutup persidangan sengketa paling pilpres ini disertai dengan misalnya kedua pasangan calon bersalaman berpelukan dan seterusnya itu sangat baik," ujarnya di Gedung MK, Jakarta Pusat, Senin, 24 Juni 2019.


Editor : Djibril Muhammad