M Taufik Nilai LRT Gading-Velodrome Proyek Gagal, Bisa Jadi Objek Wisata di TMII

Wildan Catra Mulia ยท Kamis, 13 Juni 2019 - 09:02 WIB
M Taufik Nilai LRT Gading-Velodrome Proyek Gagal, Bisa Jadi Objek Wisata di TMII

Transportasi Lintas Raya Terpadu (LRT). (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Transportasi Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta dengan rute Kelapa Gading - Velodrome dinilai sebagai proyek gagal. Kegagalan tersebut dinilai dari sisi waktu, fungsi dan efisiensi anggaran.

Wakil Ketua DPRD M Taufik memertanyakan mengapa hingga saat ini transportasi itu belum juga memiliki izin. Padahal, kereta ringan tersebut dibangun dengan biaya yang mahal.

"Pertanyaannya kenapa izin operasi belum dikeluarkan, jangan-jangan amdalnya juga belum jadi," ujar Taufik di Gedung DPRD, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Dia khawatir ketika mulai beroperasi secara komersial, LRT sepi penumpang. Menurutnya, LRT lebih pantas dijadikan sebagai destinasi wisata seperti di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

"Jadi kaya di TMII, buat mainan anak-anak lari sana lari sini. Jadi objek wisata saja nanti," katanya.

BACA JUGA:

Tarif LRT Jakarta Velodrome-Kelapa Gading Flat Rp5.000

Pengelola LRT: Sebelum Ada Proyek, Kelapa Gading Langganan Banjir

Menurutnya, LRT sejak awal sebagai bagian untuk memobilisasi atlet menuju Kelapa Gading maupun Velodrome tanpa kamacetan. Namun, kata dia sangatlah tidak masuk akal karena jarak Kelapa Gading - Velodrome dapat ditempuh dengan singkat karena jaraknya yang tidak begitu jauh.

"Menurut saya enggak berfungsi di situ, daerah yang sangat dekat sekali," ucapnya.

Sementara terkait efisien anggaran pembangunan, lanjut dia jarak Velodrome - Kelapa Gading hanya 5,1 kilometer. Namun, biaya proyek tersebut mencapai Rp5,8 triliun.

"Jadi 1,1 triliun per kilometer. Saya menyarankan kepada Pemprov DKI atau TGUPP lapor ke KPK bahwa ini proyek gagal," ucapnya.


Editor : Kurnia Illahi

TAG : lrt