Ma'ruf Amin Ajak Santri Dengungkan Jokowi Bukan PKI

Aditya Pratama ยท Sabtu, 08 Desember 2018 - 13:52 WIB
Ma'ruf Amin Ajak Santri Dengungkan Jokowi Bukan PKI

Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengajak Forum Santri Indonesia (FSI) untuk mendengungkan jika Jokowi bukanlah PKI. (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Ma'ruf Amin turut membantah kabar yang menyebutkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi memiliki hubungan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Setelah menerima kunjungan dari Forum Santri Indonesia (FSI) pagi ini, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini bahkan akan mengajak para santri untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa kabar tersebut tidaklah benar.

"Saya mengajak para santri menjelaskan bahwa isu itu tidak benar. Isu itu dibuat untuk mendeskriditkan. Pak Jokowi sendiri sudah sering membantahnya. Tapi memang, itu tidak pernah berhenti, muncul lagi, muncul lagi," ujar Ma'ruf di kediamannya, Jalan Situbondo nomor 12, Jakarta Pusat, Sabtu (8/12/2018).

BACA JUGA: Dituding PKI, Jokowi: Hati-Hati Memfitnah

Ma'ruf juga menyebutkan, nantinya imbauan itu akan terus didengungkan santri kepada masyarakat selama masa kampanye pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

"Jangan sampai yang banyak mengatakan itu, itu benar. Jadi kita harus mengatakan itu tidak benar. Saya, kita, santri siap," kata Ma'ruf.

Sebelumnya, spanduk yang menyebutkan Presiden Jokowi dekat dengan PKI sempat kembali muncul dan menjadi perbincangan. Jokowi sendiri telah menepis isu yang menyebut dirinya sebagai kader PKI.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menerima peserta konferensi mahasiswa nasional di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, Jokowi mengatakan isu dirinya aktivis PKI muncul di masa Pilpres.

Dia tidak pernah diserang isu PKI saat menjabat sebagai wali kota Solo dan gubernur DKI Jakarta.

"Terkait PKI, dulu enggak pernah sih. Saya dua kali di Solo enggak pernah isu itu ada. Gubernur, enggak pernah ada juga. Begitu masuk ke pilihan presiden, baru muncul di situ," kata Jokowi, Jumat (7/12/2018).


Editor : Djibril Muhammad