Maknai Kemerdekaan, Yayasan Beneran Indonesia Gelar Festival Indonesia Dream

Irfan Ma'ruf ยท Sabtu, 24 Agustus 2019 - 15:43 WIB
Maknai Kemerdekaan, Yayasan Beneran Indonesia Gelar Festival Indonesia Dream

Yayasan Beneran Indonesia menggelar Indonesia Dream Festival 2019 untuk memperingatn HUT ke-74 RI di TMII, Jakarta, Sabtu (24/8/2019). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf).

JAKARTA, iNews.id - Yayasan Bela Negara Nasional (Beneran) Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan RI dengan cara baru dan berbeda. Beneran Indonesia membuat games untuk menemukan mimpi besar (dream universe) para bapak bangsa dalam acara Indonesia Dream Festival 2019.

Co-Founder Yayasan Beneran Indonesia Avia Destimianti Paundralingga menuturkan, lewat acara ini mereka berharap anak-anak bangsa dapat menemukan dan memaknai kembali cita-cita, identitas, serta narasi pemersatu yang merekatkan Indonesia 74 tahun lalu.

Indonesia Dream Festival 2019 sekaligus menjadi upaya Yayasan Beneran Indonesia untuk menghadirkan pendidikan kewarganegaraan yang fun, kekinian, dan relevan bagi pelajar SMA/sederajat. Dalam mengikuti festival peserta Yayasan Beneran Indonesia menyebar surat ke setiap sekolah SMA untuk mengikuti acara setelah mengisi formulir online yang disediakan.

"Selain itu, juga merupakan upaya kami merayakan hari kemerdekaan dengan cara yang berbeda, sarat makna, dan menyentuh setiap peserta secara pribadi," ujar Avia di Museum Indonesia TMII, Jakarta, Sabtu (24/8/2019).

Dalam acara ini peserta dipandu ke beberapa pos di lingkungan TMII, di antaranya Museum Asmat, Museum Hakka, Museum Indonesia, Taman Budaya Tionghoa, Anjungan Jambi dan Anjungan Sulawesi Selatan. Selain itu mereka diajak terlibat permainan seperti kuis interaktif, minigames, dan racing dipandu aplikasi.

Menurut Avia, Yayasan Beneran Indonesia ingin mengajak seluruh masyarakat menyadari dan menjadikan Indonesia sebagai rumah bersama.

"Memang harus ingat Indonesia adalah rumah. Ini menjadi tantangan dan apa mimpi Indonesia," kata dia.

Menariknya, dalam acara ini mereka juga melibatkan masyarakat dari Papua sebagai relawan. Ini dimaksudkan bahwa mereka menempatkan kebinekaan serta tidak pernah membedakan antarsuku dan agama.

"Sengaja kami undang teman-teman dari Papua kita bisa ketemu mereka. Anak Papua mau terlibat dan mereka antusias," ujarnya.


Editor : Zen Teguh