Mantan Staf Hasto Kristiyanto Didakwa Suap Wahyu Setiawan Rp600 Juta

Rizki Maulana ยท Kamis, 02 April 2020 - 16:53 WIB
Mantan Staf Hasto Kristiyanto Didakwa Suap Wahyu Setiawan Rp600 Juta

Mantan staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Saeful Bahri. (Foto: iNews.id/Rizki Maulana)

JAKARTA, iNews.id - Mantan staf Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, Saeful Bahri, didakwa menyuap eks komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Uang suap untuk memuluskan rencana PAW di DPR untuk Harun Masiku.

Dakwaan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2020). Jaksa Takdir Suhan dan Ronald F Warotikan membacakan surat dakwaan setebal 14 halaman secara bergantian.

Jaksa menyatakan, Saeful telah memberikan suap kepada Wahyu Setiawan dengan total 57.350 dolar Singapura atau setara dengan Rp600 juta.

"Terdakwa Saeful Bahri bersama-sama dengan Harun Masiku memberi uang secara bertahap sejumlah 19.000 dan 38.350 dolar Singapura yang seluruhnya setara dengan Rp600 juta kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yaitu Wahyu
Setiawan," kata Takdir dalam persidangan, Kamis (2/4/2020).

Dia menjelaskan, uang yang diterima Wahyu didapatkan melalui perantara Agustiani Tio Fridelina (ATF), yang merupakan orang kepercayaannya. Uang itu diberikan dengan tujuan agar Wahyu selaku Komisioner KPU menyetujui permohonan PAW yang diajukan PDIP untuk menganti nama Riezky Aprilia menjadi Harun Masiku.

Atas perbuatannya, Saeful didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Tipikor Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Dalam perkara ini, KPK pun menetapkan empat orang tersangka. Mereka yakni Harun Masiku, Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina serta, Saeful Bahri.

Wahyu Setiawan dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Adapun Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap. Sampai saat ini Harun masih buron.

Dalam kasus ini KPK juga pernah memeriksa Hasto Kristiyanto. Politikus kelahiran Yogyakarta itu dicecar 14 pertanyaan saat memenuhi panggilan penyelidik pada Rabu (26/2/2020).

Hasto menolak untuk memberi tahu apa saja yang ditanyakan penyelidik KPK. Dia berdalih, surat panggilan dari lembaga antirasuah itu menyatakan bahwa materi pemeriksaan bersifat rahasia.

“Ini kan undangan yang diberikan ke saya sifatnya rahasia. Tadi saya tanya ke penyidik bagiamana nanti? Katanya pihak KPK yang akan memberikan keterangan terkait materi,” ucapnya.

Editor : Zen Teguh