Marak Kecurangan Pemilu, LBH Perindo Siap Buktikan di Sidang MK

Ilma De Sabrini ยท Rabu, 01 Mei 2019 - 16:45 WIB
Marak Kecurangan Pemilu, LBH Perindo Siap Buktikan di Sidang MK

Ketua DPP LBH Partai Perindo Ricky Margono menegaskan siap menggugat hasil Pemilu 2019 terkait banyaknya kecurangan di Pemilu 2019. (Foto: iNews.id/dok).

JAKARTA, iNews.id, – Lembaga Bantuan Hukum Partai Perindo terus mengumpulkan bukti-bukti kecurangan Pemilu 2019 di sejumlah daerah di Indonesia. LBH Perindo akan membawanya dalam sidang sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua DPP LBH Perindo Ricky K Margono mengatakan, LBH Perindo kini dalam posisi bersiap untuk menggugat sengketa hasil Pemilu 2019. Kesiapan ini merespons maraknya kecurangan selama pemungutan suara Pemilu Legislatif 2019.

Rencana sidang sengketa pemilu juga menjadi upaya untuk mempertahankan suara partai saat sidang di MK nanti. Dalam bukti-bukti yang dikumpulkan sejauh ini, ditemukan suara Perindo banyak yang hilang karena dicurangi.

“Pastinya (mengugat hasil pemilu ke MK), karena kami sudah siap untuk itu dan sudah tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Ricky ketika dihubungi, Selasa (30/4/2019).

BACA JUGA: Kecurangan Masif Pemilu 2019, Gabungan Parpol Desak PSU di Semua TPS

Ricky menuturkanm LBH Perindo di seluruh Indonesia hanya tinggal menunggu waktu melakukan action menggugat hasil Pemilu 2019 ke MK setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil pemenang Pemilu 2019.

Menurutnya, LBH Perindo telah memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi sengketa pemilu tersebut. Terlebih, mereka telah mengikuti pelatihan sengketa pemilu yang dilaksanakan MK pada Februari 2019.

Modal ini lah yang menjadikan LBH Perindo semakin percaya diri dalam membela suara partai dalam sidang di MK nanti.

“LBH Perindo seluruh Indonesia telah mengikuti diklat penyelesaian sengketa pemilu yang diadakan oleh MK. Saya yakin kami siap betul untuk membantu partai dalam permasalahan sengketa pemilu yang ada,” ujarnya.

Untuk diketahui, caleg Partai Perindo dari berbagai daerah mengakui adanya kecurangan yang dilakukan banyak pihak saat hari pencoblosan pada 17 April 2019.

BACA JUGA: Perindo: Usut Tuntas Kecurangan Pemilu di Tabanan

Di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, kecurangan diindikasikan berlangsung secara terstruktur, sistematis dan masif yang diduga kuat melibatkan Ketua DPD Partai NasDem yang juga Bupati Tapanuli Tengah Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Kecurangan ini telah dilaporkan oleh Gabungan Lintas Partai Politik Peserta Pemilu 2019 Tapanuli Tengah ke Bawaslu. Perwakilan lintas parpol sekaligus Ketua DPD Baja Partai Perindo Kabupaten Tapanuli Tengah Andi Tiyas Permadi juga melaporkan hal ini ke KPU dan DKPP.

Dugaan keterlibatan Bupati Kabupaten Waropen Yermias Bisai dalam money politic di Pemilu 2019 juga telah dilaporkan Partai Perindo ke Bawaslu Waropen.

Kasus kecurangan pemilu juga terjadi di Papua Barat, di mana oknum dari salah satu caleg partai politik menebar uang kepada warga untuk memilih caleg bersangkutan. Persoalan ini telah diadukan Perindo Papua Barat ke Bawaslu setempat.

“Kami lihat banyak sekali caleg-caleg ini tidak kampanye tapi banyak suara. Ini bukti money politics. Ini yang harus dipertanyakan,” kata Ketua DPW Perindo Papua Barat Marinus Bonepai.

DPD Perindo Tabanan, Bali juga melaporkan dugaan kecurangan yang dilakukan oknum Ketua KPPS di TPS 29 Desa Delod Peken pada pelaksanaan pemilu serentak kepada Bawaslu setempat. Oknum Ketua KPPS tersebut diketahui mencoblos surat suara yang sudah dicoblos pemilih sehingga menjadi tidak sah.

Di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, Partai Perindo bersama lima partai politik lainnya mengajukan nota keberatan di KPU Empat Lawang karena menemukan adanya indikasi penggelembungan suara dilakukan tiga partai yang mengikuti pileg.

Hal sama terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur. Kecurangan pemilu dilaporkan Perindo bersama enam partai politik lainnya ke Bawaslu Sidoarjo.


Editor : Zen Teguh