Megawati Bingung Masih Banyak Gunakan Hoaks dan Kebencian di Pilpres

Aditya Pratama ยท Kamis, 10 Januari 2019 - 14:59 WIB
Megawati Bingung Masih Banyak Gunakan Hoaks dan Kebencian di Pilpres

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat memberikan sambutannya di HUT ke-46 PDIP di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/1/2019). (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengaku bingung karena pada masa kampanye Pilpres 2019 ini penggunaan isu hoaks dan ujaran kebencian marak digunakan. Presiden Indonesia kelima ini menerangkan, pemimpin yang akan terpilih melalui cara tersebut hanya akan membuat negara hancur.

"Saya bilang ya tentunya beretika punya budi pekerti, tidak hanya main viral, dengan kebencian dan hoaks," ujar katanya saat memberikan pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 PDI Perjuangan sekaligus rakornas di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (10/1/2019).

BACA JUGA:

Untuk Menangkan Pemilu, Megawati Tegaskan PDIP Tidak Asal Comot Kader

Kala Mega Terisak dan Meneteskan Air Mata Menceritakan Sejarah PDIP

Sebelumnya, Megawati juga pernah menyampaikan hal serupa saat berbincang santai dengan kaum pemuda di Kantor DPP PDI Perjuangan beberapa waktu lalu.

Putri Proklamator RI Soekarno ini menyebutkan, dari tahun pertama pemilu berlangsung yaitu pada 1955, tidak ada persaingan panas yang sedemikian rupa, seperti menggunakan nyanyian kebencian untuk merebut kekuasaan.

"Saya enggak pernah melihat bangsa kita sendiri hanya menuju keinginan untuk merebut kekuasaan. Lalu seperti saling membenci menyanyikan kebencian lalu hoaks," ujarnya.

Megawati lantas menyatakan, apa jadinya negara jika pemimpin yang menang dengan menggunakan cara menyebar hoaks dan kebencian. Apalagi, cara tersebut hanya menimbulkan kebencian semata.

"Apakah bangsa ini tidak porak poranda satu sama lain, bukan sepertinya jadi musuh," katanya menegaskan.


Editor : Djibril Muhammad