Menaker Harap Industri Dilibatkan dalam Menyusun Kurikulum Pendidikan

Antara ยท Sabtu, 30 Juni 2018 - 23:50 WIB
Menaker Harap Industri Dilibatkan dalam Menyusun Kurikulum Pendidikan

Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri. (Foto: DOK/iNews.id)

TANGERANG, iNews.id - Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri berharap, industri dilibatkan dalam proses belajar mengajar di kampus maupun lembaga pendidikan, termasuk membantu menyusun atau mendesain kurikulum pendidikan. Pelibatan dunia industri dianggap efektif untuk mempersiapkan tenaga kerja.

“Kalau kita tidak melakukan hal tersebut pasti ada ketidaksesuaian antara lulusan dengan tenaga yang dibutuhkan industry,” kata Hanif di Tangerang, Sabtu (30/6/2018).

Data tahun 2015, tenaga terampil Indonesia sebanyak 56 juta orang. Jika merujuk riset McKinsey Global Institute yang menyebutkan Indonesia menjadi negara dengan perekonomian terbesar ketujuh secara global pada 2030, maka dalam 15 tahun ke depan diperlukan tambahan tenaga terampil sebanyak 3,8 juta orang setiap tahun.

Menurut Hanif, saat ini lulusan perguruan tinggi di Indonesia per tahun mencapai sekitar 800.000 orang. Jika diasumsikan seluruh lulusan tersebut memiliki kompetensi yang bagus, jumlahnya masih kurang.

“Maka untuk menambah tenaga terampil sebanyak 3,8 juta orang per tahun, sudah terbukti tidak dapat hanya mengandalkan jalur pendidikan, tapi kita juga butuh terobosan dari pendidikan vokasi dan pelatihan kerja,” ujar Hanif.

Editor : Khoiril Tri Hatnanto