Mendagri: Tidak Etis Bupati Berkelahi dengan Wakilnya di Tempat Umum

Gaby Natasya, iNews ยท Kamis, 01 Februari 2018 - 19:35 WIB
Mendagri: Tidak Etis Bupati Berkelahi dengan Wakilnya di Tempat Umum

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. (Foto: Koran SINDO/ Dok)

JAKARTA, iNews.id – Video perkelahian Bupati Mohammad Saleh Bantilan dan Wakil Bupati Abdul Rahman H Budding menyebar dengan cepat. Video viral itu sudah sampai ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Menurut Tjahjo, pemimpin daerah adalah panutan. Video viral yang mempertontonkan perkelahian Bupati Tolitoli dan Wakilnya itu sangat tidak etis. Karenanya, Mendagri meminta Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk menyelesaikan konflik antara kedua pemimpin daerah di Tolitoli tersebut.

“Jadi urusan Tolitoli kami minta gubernur dulu untuk mencari akar masalahnya apa. Berkelahi di tempat umum kan tidak etis. Pemimpin di daerah (adalah) sebagai panutan,” ungkap Tjahjo Kumolo di Kompleks Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (1/2/2018).

Politikus PDI Perjuangan itu juga meminta laporan resmi dan secara tertulis perihal video viral perkelahian bupati dan wakilnya itu saat pelantikan pejabat fungsional dan struktural di Gedung Wanita Tolitoli.

“Sangat detail kami minta gubernur buat laporan resmi tertulis,” tegas mantan Sekjen DPP PDIP ini.

Pada prinsipnya, Tjahjo menginginkan masalah tersebut diselesaikan di tingkat provinsi. Dia mencontohkan seperti penyelesaian kasus Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyuni Manalip yang telah diselesaikan oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

“Kami sudah ngecek, pada prinsipnya wakil pemerintah pusat di daerah kan gubernur. Untuk konflik di tingkat bupati kita serahkan kepada gubernur. Seperti ada bupati yang tidak izin ke luar negeri, itu kan dasar kami keluarkan keputusan atas dasar laporan tersebut,” katanya.

Diketahui, pada saat Bupati Saleh Bantilan sedang pidato untuk pelantikan pejabat yang ada di Kabupaten Tolitoli, Wakil Bupati Tolitoli Abdul Rahman masuk dan langsung marah-marah. Abdul Rahman berdiri sambil menunjuk-nunjuk Bupati yang sedang pidato. Sang Wakil menyuruh Bupati membatalkan acara pelantikan tersebut.

Ketika masuk ruangan, Abdul Rahman duduk di bagian depan. Dia langsung merobek Surat Keputusan (SK) Bupati tentang Pengangkatan Pejabat Pratama Kabupaten Tolitoli yang sedang berlangsung.  Setelah itu, Abdul Rahman menendang meja yang ada di depan, di mana di atas meja tersebut terdapat gelas dan piring hingga berjatuhan dan pecah di lantai.

Kasus itu sudah diserahkan ke polisi. Namun, Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudusi berupaya untuk memediasi kedua belah pihak. Peristiwa yang mencoreng wajah pemerintahan itu terjadi pada Rabu, 31 Januari, pukul 10.30 WITA.


Editor : Azhar Azis