Mendikbud Akan Rekrut 72 Ribu Guru Kontrak untuk Mengajar di SMK

Antara · Jumat, 23 November 2018 - 03:07 WIB
Mendikbud Akan Rekrut 72 Ribu Guru Kontrak untuk Mengajar di SMK

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. (Foto: Koran Sindo).

JAKARTA, iNews.id - Pengangkatan terhadap 72 ribu guru produktif untuk mengajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui mekanisme Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, pihaknya berencana merekrut orang yang berasal dari dunia industri dan usaha untuk menjadi guru kontrak di SMK.

"Kita butuh 72 ribu guru produktif untuk mengajar di SMK," ujar Muhadjir usai Rapat Koordinasi Penataan Guru dan Tenaga Kependidikan Region II, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Dia menuturkan, sampai saat ini Kemendikbud telah memiliki 15 ribu guru produktif melalui program keahlian ganda. Diakuinya, jumlah tersebut masih jauh dari target kebutuhan.

BACA JUGA:

25.000 Siswa Belum Terima Ijazah, Disdik Depok: Kesalahan Kemendikbud

DPR Minta Kemenpan RB Kaji Batasan Usia Pegawai Honorer

Menurutnya, pengangkatan 72 ribu guru produktif itu dilakukan untuk revitalisasi SMK sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pengembangan sumber daya manusia.

"Kita akan fokus kepada proses dan fasilitasi kegiatan belajar mengajar di SMK dan guru. Pengadaan guru sudah kita mulai tahun lalu dengan program keahlian ganda, yaitu guru-guru adaptif dan normatif itu kita sekolahkan lagi," ucapnya.

Selain itu, Kemendikbud akan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para calon 72 ribu guru produktif tersebut sehingga memiliki keahlian untuk mengajar. "Kita harapkan ada guru, ada tenaga pengajar di SMK yang memang memiliki keahlian yang sangat dibutuhkan sesuai kebutuhan pasar karena mereka bukan berasal dari lembaga pendidikan perguruan tinggi tapi dari dunia kerja," ucapnya.


Editor : Kurnia Illahi