Menko Polhukam Mahfud: Fokus Utama Pemerintah Tangani Covid-19, Hal Lain Sekunder

Antara ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 04:30 WIB
Menko Polhukam Mahfud: Fokus Utama Pemerintah Tangani Covid-19, Hal Lain Sekunder

Menko Polhukam Mahfud MD (dok Istimewa)

SURABAYA, iNews.id - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan kesungguhan pemerintah terkait percepatan penanganan pandemi virus corona (Covid-19) di seluruh wilayah di Tanah Air. Buktinya, pemerintah menjadikan penanganan Covid-19 sebagai fokus utama.

Mahfud menyampaikan hal itu di sela Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 dengan Forkopimda Jatim di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Rabu (24/6/2020). "Pemerintah bersungguh-sungguh menjadikan Covid-19 sebagai fokus utama dan beberapa hal lain dianggap sebagai sekunder," ujarnya.

Fokus utama itu, Mahfud mencontohkan, saat terjadi polemik tentang Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) beberapa waktu lalu, pemerintah langsung mengambil sikap dengan menunda pembahasan. "Ini karena semua masih fokus pada penanganan Covid-19 dan berharap pandemik ini segera berakhir," katanya.

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini berharap rakyat Indonesia tak terombang-ambing dengan opini publik karena jika mengikuti tak akan selesai pekerjaan melawan Covid-19. Terlebih, Pemerintah Pusat terdapat tim yang bertugas dalam mengambil kebijakan dan keputusan politik, yaitu Presiden bersama Menteri Keuangan dan Menko Polhukam.

"Ada juga yang telah membuat panduan di bidang kesehatan yaitu Menteri Kesehatan. Kemudian memimpin operasional pelaksanaan dan memberi komando yakni Ketua Gugus Tugas Pusat," tuturnya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap Jatim selalu diberikan dukungan dari pemerintah pusat dalam menurunkan angka penularan Covid-19 di wilayah setempat. "Kami apresiasi pemerintah pusat yang memberikan perhatian penuh. Kalau bersinergi maka Insya Allah mampu menurunkan kasus-kasus baru, terutama di Surabaya Raya," ujarnya.

Khusus Surabaya Raya yang meliputi Kota Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, per Selasa, 23 Juni 2020 malam data yang masuk ke gugus tugas provinsi yaitu 6.653 orang atau 65,9 persen dari kasus se-Jatim yang mencapai 10.092 orang. Di Kota Surabaya saja kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 4.878 orang atau 48,3 persen.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto, Ketua Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal (Letjen) TNI Doni Monardo, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak beserta sejumlah pejabat utama Forkopimda Jatim.

Editor : Djibril Muhammad