MKD DPR Sudah Terima Surat Mundur Setya Novanto

Felldy Utama ยท Senin, 11 Desember 2017 - 11:50:00 WIB
MKD DPR Sudah Terima Surat Mundur Setya Novanto
Azis Syamsuddin ditunjuk untuk menjadi ketua DPR berdasarkan surat Setya Novanto. (Foto: Koran Sindo/Dok)

JAKARTA, iNews.id – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR mengakui telah menerima surat pengunduran diri Setya Novanto (Setnov) sebagai ketua DPR. Surat itu sekaligus berisi penunjukan Ketua Badan Anggaran DPR Azis Syamsuddin sebagai pengganti.

Wakil Ketua MKD Sarifuddin Sudding mengatakan, surat Setya Novanto ditujukan kepada pimpinan Dewan pada 4 dan 6 Desember 2017. ”Benar dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa Azis Syamsuddin ditunjuk sebagai pengganti ketua DPR,” kata Sudding di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/12/2017).

Politikus Partai Hanura ini juga menyampaikan bahwa surat pengunduran Setya Novanto sebagai Ketua DPR tersebut berasal dari Fraksi Partai Golkar DPR. Dalam surat tersebut adalah pernyataan yang ditandatangani Setnov sendiri dan ada surat yang ditujukan ke pimpinan Dewan dengan ditandatangani Setnov bersama Idrus Marham.

"Ketua Fraksi Partai Golkar yang mengantarkan surat pengunduran tersebut," kata dia. Karena itu dia pun menegaskan bahwa dengan surat tersebut Azis bisa menjadi ketua DPR. Sepanjang disampaikan oleh fraksi, tentu surat tersebut legal.

"Katakanlah ketua umum dan sekjen partai menyampaikan ke fraksinya untuk melakukan pergantian, kemudian Fraksi Golkar menindaklanjuti sesuai dengan UU MD3 itu sah," tegas dia.

Berkaitan dengan agenda rapat paripurna hari ini, Sudding menyampaikan bahwa akan ada rapat badan musyawarah (Bamus) DPR yang lebih dulu membahas surat pengunduran Setya Novanto sebelum dimulainya rapat paripurna.

Mencuatnya nama Azis Syamsuddin sebagai calon pengganti Novanto di DPR menuai polemik. Sejumlah elite partai Golkar mengaku tidak tahu menahu. Sebab, hingga saat ini tidak ada rapat pleno yang membahas penunjukan Azis.

Ketua Gerakan Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia bahkan menuding ada politisi yang sengaja ingin mempermalukan Golkar. Sebab, mengacu pada hasil rapat pleno Golkar, semua keputusan strategis partai mestinya dibahas terlebih dahulu olehj pelaksana tugas ketua umum bersama pengurus.

Editor : Zen Teguh