MRT Jakarta Siapkan Ruang Isolasi Khusus untuk Penumpang Diduga Covid-19

Antara ยท Kamis, 11 Juni 2020 - 22:13 WIB
MRT Jakarta Siapkan Ruang Isolasi Khusus untuk Penumpang Diduga Covid-19

MRT Jakarta menyiapkan ruang isolasi khusus di 13 stasiun untuk mencegah penyebaran Covid-19. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id – Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta mulai menyiapkan ruang isolasi khusus untuk penumpang sakit. Ruangan di 13 stasiun ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi menuju normal baru.

Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, jika ada penumpang lolos dari pemeriksaan "thermal scanner", namun ternyata sakit atau ada indikasi yang menunjukan gejala Covid-19, akan diarahkan ke ruang isolasi. Untuk proses evakuasi, MRT Jakarta telah melakukan simulasi.

Dia memastikan, jika nantinya ditemukan pengunjung yang sakit atau tidak sadarkan, akan ada penanganan dari tim medis khusus yang berjaga di ruang isolasi itu. Langkah-langkah ini menjadi bagian dari upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

"Bayangkan kalau tidak ada ruang isolasi kemudian, amit-amit ada yang lolos (dari pemeriksaan suhu tubuh) lalu tiba-tiba terjatuh, mau dibawa kemana? Jadi harus ada anggaran untuk itu,” kata William, Kamis (11/6/2020).

Dia mengatakan, keberadaan ruang isolasi itu diharapkan dapat menunjukkan kepada masyarakat fasilitas pendukung benar-benar disediakan oleh penyedia layanan publik.Termasuk oleh MRT Jakarta.

Meski telah menyiapkan ruangan itu sebagai langkah preventif, William mengharapkan ruangan isolasi itu tidak perlu digunakan. Artinya, tidak ada penumpang yang diduga terjangkit.

"Sudah disimulasikan. Ruang P3K sudah ada di setiap stasiun dan ruang isolasi yang terkait Covid-19 ini juga ada di seluruh stasiun," ucapnya.

William menuturkan, secara bertahap waktu operasional MRT Jakarta telah kembali normal dengan waktu tunggu per kereta 5 menit di waktu sibuk dan 10 menit di waktu normal.

Secara berangsur jumlah pengguna MRT Jakarta pun meningkat hingga belasan ribu semenjak PSBB transisi diterapkan. Protokol kesehatan dan fasilitas pendukung terkait Covid-19 pun semakin disiapkan.

Editor : Zen Teguh