MUI: Kerja Keras 10 Bulan Hancur oleh Kerumunan Satu Pekan Terakhir

Muhammad Fida Ul Haq ยท Senin, 23 November 2020 - 11:11:00 WIB
MUI: Kerja Keras 10 Bulan Hancur oleh Kerumunan Satu Pekan Terakhir
Wasekjen MUI Nadjamuddin Ramly (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan terjadinya kerumunan massa yang memperbesar risiko penularan Covid-19. Masyarakat diminta tidak mengulangi kasus serupa.

Wasekjen MUI Nadjamuddin Ramly mengatakan,  kerumunan itu tak ubahnya seperti hendak menghancurkan kerja keras semua pihak  10 bulan terakhir dalam menanggulangi pandemi.

“Kita sangat menyesalkan, kerja keras 10 bulan dihancurkan oleh kegiatan-kegiatan kerumunan dalam satu pekan terakhir,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (23/11/2020).

MUI, menurut Ramly, berkomitmen terus mendukung dan meminta Satgas mengedepankan aksi penyelamatan jiwa manusia. 

“Umat Islam tahu betul, untuk dan atas nama penyelamatan jiwa manusia, yang wajib pun bisa diringankan. Wajib Sholat Jumat di masjid bisa dilakukan di rumah. Idul Fitri di lapangan, bisa di rumah. Wajib merapatkan shaf saat shalat berjamaah, bisa diatur menjadi berjarak. Itu semua atas nama dan demi penyelamatan manusia," katanya.

Ramly menyebut, tak kurang  12 fatwa sudah dikeluarkan MUI terkait situasi pandemi. Antara lain, tata cara sholat bagi tenaga kesehatan yang tengah melakukan perawatan terhadap pasien Covid-19.

Berikutnya, fatwa mengenai pemulasaraan jenazah Covid-19, lalu Sholat Idul Fitri dan Sholat Idul Adha di rumah masing-masing, dan banyak fatwa lain.

Keprihatinan serupa disampaikan Perwakilan PBNU yang dihadiri dr M Makky Zamzami, Ketua Satgas Covid-19 PBNU. Menurutnya, PBNU berharap kejadian serupa tidak akan terulang. 

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Halaman : 1 2