MUI : Pinjaman Online Mengandung Riba Hukumnya Haram

Widya Michella ยท Kamis, 11 November 2021 - 15:54:00 WIB
MUI : Pinjaman Online Mengandung Riba Hukumnya Haram
Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh menyebut pinjol haram berdasar fatwa MUI (Foto: Dok Humas BNPB)

JAKARTA, iNews.id -Ijtima Ulama ke-7 Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi ditutup pada Kamis (11/11/2021) setelah dilaksanakan selama tiga hari 9-11 November di Hotel Sultan Jakarta. Forum ini menyepakati beberapa poin bahasan salah satunya tentang pinjaman online (pinjol). 

Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh mengatakan layanan pinjaman baik offline maupun online yang mengandung riba hukumnya haram.

"Layanan pinjaman baik offline maupun online yang mengandung riba hukumya haram, meskipun dilakukan atas dasar kerelaan," kata Niam saat konferensi pers penutupan Itjima ulama, Kamis,(11/11/2021)

Niam menuturkan perbuatan pinjam meminjam atau hutang piutang adalah bentuk akad tabarru’ (kebajikan). Yakni bentuk atas dasar saling tolong menolong yang dianjurkan sejauh tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

Lebih lanjut, Niam memaparkan baik orang yang menunda hutang dan memberikan ancama kepada orang yang berhutang juga hukumnya haram.

"Sengaja menunda pembayaran hutang bagi yang mampu hukumnya haram dan memberikan ancaman fisik atau membuka rahasia (aib) seseorang yang tidak mampu membayar hutang adalah haram," tuturnya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: