Muncul Kasus Covid-19 di Sekolah, KPAI Sarankan PTM di Jakarta Cukup 50 Persen

muhammad farhan ยท Minggu, 16 Januari 2022 - 16:56:00 WIB
Muncul Kasus Covid-19 di Sekolah, KPAI Sarankan PTM di Jakarta Cukup 50 Persen
PTM di sekolah (foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Adanya siswa dan guru yang terjangkit Covid-19 membuat masyakarat mulai khawatir dengan perhelatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Oleh karenanya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menganjurkan agar Pemerintah Provinsi DKI meninjau kembali PTM 100 persen guna mencegah munculnya klaster sekolah. 

Komisioner KPAI, Retno Listyarti prihatin dikarenakan anak-anak sangat rentan tertular dan menularkan virus Covid-19.

"PTM 100 persen dengan kapasitas 100 persen siswa sangat berpotensi karena bersama-sama berada dalam satu ruangan tertutup selama waktu sekitar 3-5 jam," jelasnya via keterangan tertulis pada Minggu (16/1/2022). 

Retno menilai situasi penyebaran Covid-19 yang cepat di kalangan siswa dan guru tersebut sudah terprediksi oleh KPAI. Hal ini ditenggarai karena masih banyak siswa Sekolah Dasar yang belum mendapatkan vaksin dua dosis lengkap. 

"Sebaiknya Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan untuk PTM 50 persen dahulu sambil menunggu kondisi lebih aman bagi pelaksanaan PTM (100 persen)," tegasnya. 

Selain menyarankan PTM 50 persen, Retno mengimbau kepada Pemprov DKI agar mengevaluasi pelaksanaan PTM 100 persen terhitung sejak 3 Januari lalu. Berdasarkan pengawasan KPAI, Retno menilai jarak antara satu meja dengan meja yang lain yang hanya sekitar 50 cm atau tak sampai 100 cm atau 1 meter. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta terus melakukan pengawasan terhadap sekolah- sekolah yang menggelar Pembelajaran Tatap Muka ( PTM ) 100 persen. Pihaknya telah mempersiapkan sistem pengawasan sejak awal PTM dimulai pada Senin 3 Januari 2022.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti. Sistem tersebut untuk mengetahui apakah ada penularan varian Omicron atau tidak. 

"Kami pada saat mulai kebijakan PTM, Dinkes secara aktif menggunakan ACF (Active Chase Finding) sebagai kontrol kita. Jadi kita tidak hanya menunggu sampai sakit jadi ini bentuk perlindungan kepada anak murid kami melakukan ACF kepada sekolah yang sudahdibuka. Apakah terjadi penularan setempat. Angka ACF itu positivity ratenya di bawah 1 persen itu relatif terkendali," ungkap Widyastuti dalam Polemik MNC Trijaya bertajuk 'Bersiap Hadapi Omicron', Sabtu (15/1/2022) kemarin.

Editor : Reza Fajri

Bagikan Artikel: