Muzani Sebut Ada Pembicaraan di Lingkaran Istana Ajak Gerindra Masuk Kabinet

Felldy Utama ยท Senin, 07 Oktober 2019 - 18:55 WIB
Muzani Sebut Ada Pembicaraan di Lingkaran Istana Ajak Gerindra Masuk Kabinet

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Ahmad Muzani. (Foto: iNews.id/ Felldy Utama).

JAKARTA, iNews.id - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengungkapkan, ada pembicaraan di lingkaran Istana tentang penawaran agar Partai Gerindra masuk kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia tidak menyebutkan detail seperti apa pembicaraan tersebut.

Dia hanya mengatakan, Partai Gerindra belum memberikan jawaban pasti ikut bergabung di dalam kabinet atau tidak. Partainya perlu mempertimbangkan terlebih dahulu ajakan berkoalisi tersebut.

"Begini, memang ada pembicaran antara orang yang minta presiden berkomunikasi dengan kita untuk membicarakan tentang kemungkinan kita bisa berkoalisi atau kemungkinan kita bisa masuk dalam pemerintahan," ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Menurutnya, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto sampai saat ini belum memutuskan untuk bergabung atau konsisten sebagai oposisi.

"Prabowo merasa bahwa kami adalah kekuatan parpol yang justru berseberangan dengan Jokowi atau menjadi kompetitor di Pilpres 2019," ucapnya.

Dia mengakui, Partai Gerindra juga memiliki visi misi yang pernah disampaikan saat kampanye Pilpres 2019. Misalnya, Prabowo berjanji ingin mewujudkan swasembada energi, listrik murah sehingga tidak menjadi beban bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Visi misi tersebut kata dia menjadi salah satu pertimbangan Gerindra menerima atau tidak tawaran lingkaran Istana di dalam kabinet Jokowi.

Bahkan, Gerindra pernah menawarkan konsep kepada Jokowi tentang swasembada energi, listrik murah dan sebagainya. Partainya siap untuk bersama dengan koalisi Jokowi jika konsep yang ditawarkan diterima dengan baik.

"Jika ini dianggap tidak bertentangan atau malah diterima, tentu kita bicara portofolio tentang kemungkinan orang-orang yang bisa jalankan konsep itu. Jika konsep itu ternyata dianggap tidak diterima atau malah bertentangan tentu ini berbeda jalan dalam hal kita memikirkan masa depan bangsa," katanya.


Editor : Kurnia Illahi