Nduga Masuk Zona Merah Usai KKB Pimpinan Egianus Kogoya Datang

Djibril Muhammad ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 08:32 WIB
Nduga Masuk Zona Merah Usai KKB Pimpinan Egianus Kogoya Datang

Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol M Iqbal mengungkapkan Kabupaten Nduga masuk zona merah usai KKB pimpinan Egianus Kogoya datang.

 

JAKARTA, iNews.id - Kabupaten Nduga, Papua selama ini tergolong aman. Dalam pengertian tidak ada ganguan keamanan yang berarti hingga menghilangkan nyawa manusia.

Kondisi tersebut seakan berubah usai Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Egianus Kogoya pindah ke wilayah tersebut. Wilayah itu kemudian berubah menjadi mencekam, yang ujungnya masuk zona merah.

Hal itu dibenarkan Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Muhammad Iqbal dalam keterangan tertulisnya yang diterima iNews.id, Kamis (6/12/2018).

"Pernyataan Bapak Presiden benar, Nduga memang Wilayah zona merah, sebelumnya Wilayah ini aman-aman saja tapi kelompok Egianus Kogoya pindah ke sana," katanya.

BACA JUGA: TNI-Polri Evakuasi 15 Jenazah Korban Pembunuhan KKB di Nduga, Papua

Iqbal menjelaskan, alasan Egianus Kogoya pindah ke Kabupaten Nduga Papua karena dikejar-kejar TNI-Polri. Saat menetap di Kabupaten Nduga itulah, KKB pimpinan Egianus Kogoya mulai membuat kekacauan.

"Paska dikejar pasukan TNI-Polri dari Kenyam ke kab Nduga sampai akhirnya mereka melakukan aksi," ujarnya.

Karena itu, dia meminta dukungan masyarakat karena TNI dan Polri sedang memulihkan kondisi keamanan di Kabupaten Nduga, Papua.

"Yang penting sekarang masyarakat mendukung Polisi dan TNI untuk memulihkan keamanan di Wilayah itu, dan kami pastikan bisa tertangani dengan cepat," kata Iqbal menegaskan.

Sementara itu, pada hari ini dijadwalkan tim gabungan dari TNI-Polri evakuasi akan mengevakuasi 15 jenazah karyawan PT Istaka Karya dari kawasan Yigi, Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

"Memang benar pagi ini evakuasi akan dilakukan setelah aparat keamanan berhasil tiba di lokasi sejak Rabu (5/12/2018) petang," kata Dandrem 172 PVY Kol Inf Binsar Sianipar kepada Antara, Kamis (6/12/2018).

Saat ini, dia menambahkan, ke-15 jenazah dievakuasi ke Mbua. Dari Mbua akan diterbangkan ke Wamena. Kendati begitu, Sianipar mengaku, evakuasi para jenazah tergantung cuaca.


Editor : Djibril Muhammad