Nyoblos di KPK, Idrus Marham Pakai Baju Serbaputih dan Pamer Jempol

Ilma De Sabrini ยท Rabu, 17 April 2019 - 17:55 WIB
Nyoblos di KPK, Idrus Marham Pakai Baju Serbaputih dan Pamer Jempol

Mantan Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham (mengenakan rompi tahanan berwarna jingga), saat mengikuti proses pemungutan suara di TPS 012 Kelurahan Guntur, Kecamatan Setia Budi, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). (Foto: iNews.id/Ilma De Sabrini)

JAKARTA, iNews.id – Mantan Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham, terlihat begitu antusias menyalurkan hak pilihnya di Pemilu 2019. Idrus tercatat sebagai pemilih di TPS 012 Kelurahan Guntur, Kecamatan Setia Budi, Jakarta Selatan.

Memasuki TPS, Idrus tampak mengenakan kemeja lengan pendek dan celana panjang yang semuanya berwarna putih. Dia tersenyum kepada awak media dan mengacungkan jempol saat hendak menerima kertas suara.

Sekitar satu menit di bilik suara, Idrus melangkah menuju kotak suara. Dia memasukkan kertas suara ke dalam kotak untuk Pilpres 2019 serta kotak suara untuk DPD RI.

Usai menyoblos, mantan menteri sosial (mensos) itu ditanya wartawan terkait proses pemilihan hari ini. Dia menyatakan, setiap satu suara sangat berharga untuk menentukan masa depan Indonesia lima tahun ke depan.

“Karena hak pilih kita ini, meskipun satu suara, itu memiliki arti penting bagi masa depan Bangsa Indonesia,” kata Idrus di Rumah Tahanan (Rutan) K4 KPK, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

BACA JUGA: Usai Mencoblos di TPS 012, Tahanan KPK Bowo Sidik Acungkan Jempol

Idrus mengaku semangatnya untuk mengikuti Pemilu 2019 tidak surut meskipun kedua tangannya diborgol. Menuntaskan hak pilih menjadi alasannya untuk datang ke TPS.

Saat ditanya maksud dari pakaian serba putihnya hari ini, Idrus enggan berkomentar. Ketika ditanya lagi apakah dia yakin Jokowi–Ma’ruf bakal menang, Idrus menilai pertanyaan itu sulit untuk dijawab. “Nah, ini susah ya,” ujar pria itu sambil tersenyum dan masuk kembali ke dalam mobil tahanan.

Idrus saat ini berstatus terdakwa dalam perkara suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. Dia didakwa menerima miliaran rupiah dari mantan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

Jaksa mendakwa Idrus menerima uang suap dari Johannes sejumlah Rp2,250 miliar. Penerimaan uang tersebut diduga sebagai “pelicin” agar anggota Komisi VII DPR Eni Saragih membantu Johannes mendapatkan proyek independent power producer (IPP) PLTU Riau-1.


Editor : Ahmad Islamy Jamil