OTT Kepala Balai Kaltim, KPK Duga Ada Penerimaan Uang Rp1,5 Miliar

Ilma De Sabrini ยท Rabu, 16 Oktober 2019 - 02:03 WIB
OTT Kepala Balai Kaltim, KPK Duga Ada Penerimaan Uang Rp1,5 Miliar

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (Foto: ANTARA)

JAKARTA, iNews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan tangan (OTT) di Kalimatan Timur (Kaltim), Selasa (15/10/2019). Dalam pengangkapan kali ini, lembaga antirasuah menduga ada transaksi haram terkait dengan proyek di Kementerian PUPR.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, menyebut ada dugaan penerimaan suap oleh penyelenggara negara di sana yang nilainya mencapai Rp1,5 miliar. Pemberian uang terabut dilakukan tidak secara konvensional, melainkan dengan mentransfer ke suatu rekening bank.

“Sampai dengan saat ini diduga sudah diterima sekitar Rp1,5 miliar. Penerimaan ini diduga terkait paket pekerjaan jalan multiyears senilai Rp155 miliar di sana (Kaltim). Jadi, bagian dari proyek Kementerian PUPR ya,” kata Febri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2019).

BACA JUGA: Setelah OTT di Indramayu, KPK Amankan Kepala Balai di Kalimantan Timur

Terkait dengan OTT ini, tim KPK melakukan penindakan di sejumlah lokasi. Di antaranya berlangsung di Kalimantan Timur, yaitu Samarinda dan Bontang. Sementara, yang lainnya berlangsung di Jakarta. Dari lokasi-lokasi tersebut tim KPK mengamankan delapan orang termasuk kepala balai.

“Total kami amankan delapan orang. Yang diamankan di Jakarta itu satu orang Kepala Balai Pelaksana Jalan Wilayah XII Sisanga; tujuh orang diamankan di Samarinda dan Bontang,” ungkapnya.

Febri menjelaskan, delapan orang tersebut bakal diperiksa penyidik di Gedung Merah Putih KPK. Sesuai KUHAP KPK memiliki wakti 24 jam untuk menentukan status hukum perkara ini. Informasi lebih lanjut akan disampaikan dalam konferensi pers hari ini.


Editor : Ahmad Islamy Jamil