Pagar Nusa Minta Anggotanya Kawal dan Cegah Delegitimasi Pemilu 2019

Aditya Pratama ยท Selasa, 16 April 2019 - 01:21 WIB
Pagar Nusa Minta Anggotanya Kawal dan Cegah Delegitimasi Pemilu 2019

Ketua Umum Pengurus Pusat Pagar Nusa, M Nabil Haroen. (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Bangsa Indonesia akan melaksanakan pemilihan umum (Pemilu) 2019 yang akan digelar pada 17 April untuk memilih anggota legislatif, DPD dan presiden, serta wakil presiden.

Namun, pada penyelenggaraan Pemilu serentak 2019 ini, Pagar Nusa menengarai adanya upaya sistematis untuk mendelegitimasi penyelenggaraan Pemilu.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pagar Nusa, M Nabil Haroen mengatakan, menjadi kewajiban bagi Pagar Nusa untuk mengambil posisi politik kebangsaan dan kenegaraan, karena keselamatan institusi kenegaraan seperti KPU merupakan hal yang sangat penting dan mendasa.

Karena itulah, PP Pagar Nusa menginstruksikan kepada seluruh anggota Pagar Nusa untuk terlibat dalam mengawal dan mengamankan penyelenggaraan Pemilu sesuai dengan kapasitas dan lingkungan masing-masing.

“Mengawal transparansi pemilu dengan menjadi saksi melalui platform online kawal Pemilu (https://upload.kawalpemilu.org/c/pagarnusa) serta mengajak lingkungan terdekat untuk akti bergabung melalui platform tersebut," kata Nabil dalam keterangan tertulis yang diterima iNews, Senin (15/4/2019).

BACA JUGA: Ajak Warga Gunakan Hak Pilih, PBNU: Tegakkan Pemilu Jujur dan Adil

Nabil juga mengimbau agar anggota menggiatkan mujahadah dan munajat kepada Allah agar menyelamatkan bangsa Indonesia dari fitnah, balak dan musibah politik. “Juga mengawal dan menyukseskan ikhtiar politik para masyayikh dan kiai Nahdlatul Ulama,” kata Nabil.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, Munas Nahdlatul Ulama di Nusa Tenggara Barat pada 17 November 1997 telah menegaskan bahwa pemilu dalam negara demokrasi merupakan salah satu manifestasi prinsip sy?râ di dalam Islam yang sah dan mengikat.

Karena itu, menyambut Pemilu serentak 2019, Nahdlatul Ulama menyampaikan pesan-pesan kebangsaan. Pertama, mengajak peran serta seluruh warga negara menyukseskan penyelenggaraan Pemilu yang bersih, jujur dan adil dengan menggunakan hak pilihnya dalam mekanisme demokrasi lima tahunan. Pemilu yang jurdil adalah was?lah mewujudkan tujuan dan cita-cita nasional.

“Karena itu, kepada seluruh warga negara yang telah memenuhi syarat, Nahdlatul Ulama menghimbau agar tidak golput. Gunakan hak pilih dengan nalar dan nurani untuk memilih calon presiden-calon wakil presiden serta calon-calon Wakil Rakyat (DPD/DPR/DPRD) yang memenuhi kriteria profetik shidiq, tablig, amanah, dan fathanah,” kata Kiai Said dalam konferensi pers di Kantor PBNU Jakarta, Senin (15/4/2019). 



Editor : Kastolani Marzuki