Pakar Epidemiologi UI Ingatkan Gelombang Pertama Covid-19 di Indonesia Belum Capai Puncak

Riezky Maulana ยท Sabtu, 11 Juli 2020 - 20:09 WIB
Pakar Epidemiologi UI Ingatkan Gelombang Pertama Covid-19 di Indonesia Belum Capai Puncak

Kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah 1.671 sehingga total menjadi 74.018 orang pada Sabtu (11/7/2020). (Foto: ilustrasi/AFP).

JAKARTA, iNews.id – Pakar epidemiologi dari Unversitas Indonesia Pandu Riono mengingatkan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sangat mungkin terus bertambah. Pandemi virus corona di Indonesia disebutnya belum mencapai masa puncak.

Pandu menuturkan, setidaknya ada dua hal yang harus diperhatikan dalam rangka menyelesaikan pandemi. Pertama, masyarakat harus sadar dan disiplin melakukan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Kedua, memperkuat pengawasan (surveillance) yaitu pemeriksaan, lacak dan isolasi.

"Kita akan menghadapi pandemi yang panjang dan Indonesia belum menyelesaikan gelombang pertama. Jadi inilah yang menjadikan kita harus bekerja lebih keras," tuturnya dalam Diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk Covid-19 dan Ketidaknormalan Baru di Jakarta, Sabtu (11/7/2020).

Pandu menuturkan, saat gelombang pertama belum mencapai puncak, semua orang pun harus mewaspadai kemungkinan gelombang kedua atau secong wave Covid-19. Dalam hal ini, pemerintah diharapkan dapat jeli mengidentifikasi klaster-klaster yang berpotensi menjadi sumber penularan.

Menurut Pandu, klaster-klaster tersebut antara lain pasar tradisional, pesantren, sekolah kedinasan yang mana para peserta didik tinggal di satu lingkungan secara bersamaan.

"Klaster-klaster potensial itu sekarang harus sudah diidentifikasi. Supaya kita bisa melakukan edukasi agar mereka tidak menjadi sumber penularan," tuturnya

Seperti diketahui, pada Sabtu ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus baru positif Covid-19 di Indonesia 1.671 orang. Dengan demikian secara keseluruhan kasus positif saat ini mencapai 74.018.

Kabar baiknya, penambahan kasus sembuh juga melonjak. Dalam sehari tercatat kasus sembuh 1.190 orang sehingga total menjadi 34.719. Untuk penambahan kasus meninggal dunia sebanyak 66 orang sehingga menjadi 3.535.

Editor : Zen Teguh