Pandemi Corona, Jumlah Aduan ke Komnas Perempuan Bertambah

Antara ยท Selasa, 21 April 2020 - 18:41 WIB
Pandemi Corona, Jumlah Aduan ke Komnas Perempuan Bertambah

Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Nasional (Komnas) Perempuan menyebut jumlah aduan ke lembaga tersebut bertambah sejak pemerintah mengimbau masyarakat berkegiatan di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona. Aduan dilakukan melalui jaringan atau daring.

Komisioner Komnas Perempuan, Tiasri Wiandani mengatakan aduan-aduan yang masuk akan dipilah berdasarkan jenis-jenisnya, termasuk kekerasan kepada perempuan. Namun dia tak menyebut jumlah aduan yang masuk ke Komnas HAM sejak penerapan physical distancing.

"Kami menerapkan aduan secara online sejak wabah corona, di situ kami lihat ada peningkatan, tapi masih kami pilah dulu datanya," kata Tiasri dalam diskusi yang diadakan Trade Union Rights Centre (TURC) lewat konferensi video di Jakarta, Selasa (21/4/2020).

Tiasri menyebut tekanan ekonomi dan psikologis dari berbagai faktor akibat wabah corona ini membuat perempuan semakin rentan mengalami kekerasan. Apalagi karena wabah corona terjadi banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) atau karyawan yang dirumahkan. Kegiatan usaha pun tersendat.

Dia menyebut seharusnya pemerintah juga fokus pada isu perlindungan kekerasan terhadap perempuan selama pandemi corona. Menurutnya hingga kini perlindungan tersebut belum ditegaskan dalam payung hukum.

"Kami harap pemberian payung hukum seperti RUU Penghapusan Kekerasan Seksual terus berjalan meski ada pandemi corona," ucapnya.

Pada awalnya Komnas HAM berharap kebijakan physical distancing akan menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan. Sudut pandang untuk memenuhi kebutuhan perempuan di saat wabah corona menurutnya belum dipakai oleh pemerintah.

"Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama bagaimana penghapusan kekerasan terhadap perempuan menjadi isu utama," katanya.

Editor : Rizal Bomantama